Selasa, 21 April 2026

Luar Negeri

Wanita Jepang Tuntut Pendonor Sperma Rp 43 M karena Bohong

Seorang wanita di Jepang mengajukan gugatan terhadap pendonor sperma yang menghamilinya. Wanita itu menuduh pemuda itu berbohong tentang status sipil,

Editor: Muliadi Gani
KYODO NEWS
Seorang pendonor sperma menipu seorang wanita Jepang untuk mendapatkan anak kedua. Namun, karena pendonor berkebangsaan Cina itu berbohong, alhasil anak yang terlahir dari hubungan mereka dititip di pusat anak Tokyo, Jepang. 

PROHABA.CO, TOKYO - Seorang wanita di Jepang mengajukan gugatan terhadap pendonor sperma yang menghamilinya. Wanita itu menuduh pemuda itu berbohong tentang status sipil, latar belakang pendidikan, dan etnis sang pendonor.

Penggugat yang tidak disebutkan namanya, seorang wanita berusia 30 tahun dari Tokyo, mengatakan dia dan suaminya ingin memiliki anak kedua.

Namun, pasangan ini khawatir setelah mengetahui suaminya memiliki masalah kondisi keturunan, lapor Tokyo Shimbun melalui Newsweek, Minggu (16/1/2022).

Setelah memutuskan menggunakan donor sperma, mereka menemukan seorang pria berusia 20-an di media sosial.

Pria itu mengaku sebagai pria lajang Jepang lulusan Kyoto University, salah satu universitas top Jepang.

Setelah berhubungan seks dengan pendonor sepuluh kali, wanita tersebut akhirnya hamil pada Juni 2019.

Belakangan, wanita itu akhirnya mengetahui bahwa pendonor sebenarnya adalah pria Cina yang sudah menikah dan tidak pernah kuliah di Universitas Kyoto.

Baca juga: Makanan Tradisional Indonesia Semakin Mendunia, Indonesia Tingkatkan Ekspor Tempe ke Jepang

Setelah melahirkan, wanita dan suaminya menyerahkan bayinya, yang saat ini dirawat di pusat anak di Tokyo.

Wanita itu menuduh donor menyesatkannya dengan informasi palsu untuk berhubungan seks dengannya.

Dia sekarang menuntut sekitar $2,8 juta dolar sebagai kompensasi untuk tekanan emosional.

Di bawah Undang-Undang Hak untuk Mengetahui Jepang, keturunan pendonor sperma memiliki hak hukum untuk mengidentifikasi kedua orang tua kandung mereka.

Dengan banyaknya pendonor yang memilih untuk tetap anonim, menemukan calon pendonor sperma di negara ini menjadi rumit.

Lebih banyak pasangan di Jepang telah beralih ke media sosial untuk mencari pendonor sperma.

Sehingga, lebih dari 10.000 anak dilaporkan telah lahir dengan keterlibatan pihak ketiga.

Mirai Life Research Institute membuka bank sperma pertama di Jepang pada musim panas lalu.

Baca juga: Peneliti Cina Ubah Sperma Jadi Gelas Plastik Ramah Lingkungan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved