Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Penduduk Kota Kharkiv Ukraina Siap Lawan Rusia

Pembicaraan diplomatik antara Barat dengan Rusia gagal menghasilkan terobosan dan Moskwa masih menyiagakan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan

Editor: Muliadi Gani
AFP/SERGEI SUPINSKY
Tentara cadangan Ukraina memegang replika kayu senapan Kalashnikov, dalam latihan militer di dekat Kiev pada Sabtu (25/12/2021). Para peserta pelatihan adalah bagian dari batalyon cadangan yang dibentuk untuk melindungi sebuah distrik di Kiev jika terjadi serangan terhadap kota terbesar di Ukraina itu. Puluhan warga sipil bergabung dengan tentara cadangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, karena kekhawatiran meningkat bahwa Rusia, yang menurut Kiev telah mengumpulkan sekitar 100.000 tentara di sisi perbatasannya, sedang merencanakan serangan skala besar. 

PROHABA.CO, KHARKIV - Pembicaraan diplomatik antara Barat dengan Rusia gagal menghasilkan terobosan dan Moskwa masih menyiagakan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina.

Karena situasi yang makin memanas, para penduduk Kota Kharkiv, Ukraina, bersiap yang terburuk meski tetap berharap yang terbaik.

Kharkiv adalah sebuah kota industri di Ukraina timur memiliki industri tank, pesawat dan traktor.

Kota ini terletak 42 kilometer dari perbatasan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuturkan, Kota Kharkiv kemungkinan menjadi target invasi Rusia sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (22/1).

Rusia selalu membantah tudingan bahwa dia akan menyerang Ukraina.

Namun, Moskwa menekan Barat agar memberikan jaminan keamanan di Eropa timur dan menuntut agar Ukraina tidak dijadikan anggota NATO.

Wali Kota Kharkiv Igor Terekhov mengatakan, kota berpenduduk 1,4 juta itu akan mengizinkan siap pun merenggut ketenangan kota tersebut.

Baca juga: Dirantai Bersama untuk Buktikan Cinta, Sejoli Ukraina Akhirnya Putus

Di sisi lain, beberapa warga ingin tetap tinggal dan akan mengangkat senjata jika ada invasi.

Sementara itu, beberapa orang memilih lebih baik mengungsi.

“Saya tidak harus tinggal di satu tempat.

Jika terjadi sesuatu, saya dapat bekerja dari jarak jauh,” kata seorang manajer proyek, Daniella Shatokhina.

Dia mengaku tak ingin memikirkan sesuatu yang belum terjadi.

“Saya harap semuanya akan baik-baik saja, saya berharap yang terbaik.

Lebih baik tidak panik sebelum waktunya tetapi untuk memutuskan saat itu terjadi, saya akan pergi,” sambung Shatokhina.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved