Kriminal
Kesal Dibentak, Pria Tegal Habisi PSK Saat Kencan
S alias Lusi (19), seorang pekerja seks komersial (PSK) tewas di tangan pelanggannya, Roynaldi Ade Pradana (21). Pelaku tega membunuh perempuan ...
PROHABA.CO, TEGAL - S alias Lusi (19), seorang pekerja seks komersial (PSK) tewas di tangan pelanggannya, Roynaldi Ade Pradana (21).
Pelaku tega membunuh perempuan asal Cianjur, Jawa Barat itu karena emosi dibentak korban saat kencan.
Pembunuhan terjadi di sebuah kamar di eks lokalisasi Paleman, Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada Senin (24/1) sekitar pukul 01.15 WIB dini hari.
Peristiwa tersebut berawal saat Roynaldi datang ke eks lokalisasi untuk kencan.
Pada Minggu (23/1) sekitar pukul 23.00 WIB, ia dan korban pun masuk ke dalam kamar untuk kencan.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 01.00 WIB, salah satu penjaga rumah yang bernamam Waluyo curiga karena korban tak kunjung keluar.
Penjaga rumah berinisiatif menggedor pintu kamar, namun tak ada respon dari dalam.
Berselang 15 menit kemudian, penjaga rumah memilih mendobrak pintu secara paksa.
Dan ia menemukan korban terbaring di kasur dalam keadaan tanpa busana.
Baca juga: Sediakan Kamar dan PSK, Salon di Padang Digerebek
Sementara pelaku berdiri di sebelah kasur dengan kondisi yang sama yakni tak menggunakan pakaian.
Saat itu, penjaga rumah mengira kencan yang dilakukan Lusi belum selesai.
Ia pun menutup pintu kembali.
Tiga puluh menit berlalu, Lusi tak kunjung keluar dari kamar.
Penjaga rumah yang masih curiga kembali mendobrak pintu kamara.
Saat itu lah pelaku keluar dari kamar dan melarikan diri.
"Pelaku yang berada di dalam langsung lari keluar rumah menuju ke arah pantai," ungkap Wakapolres Tegal Kompol Didi, saat gelar perkara di halaman Mapolres setempat, Rabu (26/1).
Setelah mendobrak pintu kamar, Waluyo langsung berusaha menyalakan lampu yang saat itu kondisinya mati.
Korban ditemukan dalam keadaan terbaring lemas tak berdaya, bagian wajah dan leher terdapat luka lebam.
Korban sempat dibawa ke RSUD Suradadi menggunakan sepeda motor, tapi setibanya di rumah sakit Lusi sudah dinyatakan meninggal dunia.
Baca juga: PSK di Bali Muntah Darah dan Tewas Usai Bekerja dengan Tamu Bule
Mengetahui hal tersebut, saksi mata yaitu Waluyo dan salah satu teman korban langsung melaporkan kejadian ke Polsek Suradadi untuk ditindak.
Polisi pun turun tangan dan mengamankan pelaku pada Selasa (25/1) sekitar pukul 02.30 WIB.
Dari hasil otopsi, korban tewas karena mengalami kekerasan terutana di bagian wajah, leher, dan luka lecet di leher serta dada.
Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti yakni sebuah ponsel dan satu sarung bantal dengan bercak darah.
Menurut Kompol Didi, saat diperiksa petugas, pelaku mengaku tega membunuh Lusi karena korban membentaknya dan menyuruhnya cepat menyelesaikan kencan.
Lusi kemudian dicekik dan dibekap hingga tewas.
"Sesuai pengakuan pelaku, motifnya emosi karena korban meminta untuk segera menyudahi hubungan intim, padahal saat itu pelaku belum merasa puas.
Merasa kesal dan sudah membayar, akhirnya pelaku gelap mata dan melakukan kekerasan terhadap korban hingga meninggal dunia," kata Kompol Didi.
"Adapun sebab kematian karena dibekap dan dicekik yang mengakibatkan mati lemas," tambah dia.
Baca juga: Pengakuan PSK Tertua, Sudah Layani 335.000 Pria
Roynaldi pun mengakui jika ia membunuh Lusi karena terpancing emosi korban yang memintanya untuk cepat selesai.
Lusi beralasan ia sedang ditunggu oleh tamu yang lain.
"Saya khilaf dan terbawa emosi. Posisi saat itu saya belum puas, tapi korban (Lusi) minta cepat-cepat selesai karena ada tamu lain.
Saya semakin emosi karena korban meminta dengan nada membentak," kata Roynaldi.
Ia mengaku baru dua kali datang ke eks lokalisasi Peleman Tegal. Namun untuk kencan dengan korban, baru pertama kali.
Pria 21 tahun itu mengaku kabur ke rumahnya di Brebes usai membunuh Lusi.
Terkait ponsel korban yang dibawa, ia mengaku tak berniat mencurinya dan tak sengaja terbawa saat ia pergi.
"Saya bayar korban Rp 200 ribu dan baru kali pertama ketemu dengan korban.
Setelah saya dibentak, saya langsung mencekik lehernya dan tangan kanan untuk membekap mulut korban," kata pelaku.
"Setelah tahu korban meninggal dunia, kemudian saya pakaikan baju ke tubuh korban, lalu saya pergi," pungkasnya.(kompas.com)
Baca juga: Kakek Bunuh PSK Pakai Sabit, karena Ditolak Kencan
Baca juga: Danilla Riyadi Lebih Pilih Pijat Refleksi Ketimbang Travelling
Baca juga: Kapan Puncak Musim Penghujan? Waspadalah Bencana Hidrometeorologi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-pembunuhan-4.jpg)