Perseteruan Dua Selebgram Aceh di Medsos Berujung ke Meja Hijau

Perseteruan dua selebgram Aceh berujung ke Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Pidie. Majelis hakim menggelar sidang perdana dalam perkara dugaan ...

Editor: Muliadi Gani
hand over dokumen pribadi
Terdakwa Anita Seri Rezeki (dua dari kiri) bersama pengacara di Hotel Grand Blang Asan Sigli, Kamis (10/2/2022) 

PROHABA.CO, SIGLI - Perseteruan dua selebgram Aceh berujung ke Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Pidie. Majelis hakim menggelar sidang perdana dalam perkara dugaan pencemaran nama baik di PN tersebut, Rabu(9/2/2022).

Sidang itu membacakan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie, Sri Wahyuni SH.

Dilanjutkan dengan pembacaan eksepsi atau keberatan atas dakwaan jaksa, Eksepsi itu dibacakan Syamsir MH dan Naufal Fauzan SH, sebagai pengacara terdakwa, Anita Sri Rezeki.

Jaksa Sri Wahyuni dalam dakwaannya Kamis (10/2/2022), antara lain, mengatakan, pada Jumat (4/6/2021) terdakwa Sri Anita Rezeki mendatangi tempat usaha pelapor Moli MR di Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

Kedatangan terdakwa untuk meluruskan persoalan yang terjadi di Instagram.

Menurut jaksa, terdakwa menanyakan kepada pelapor, terkait perkataannya yang tidak senonoh terhadap dirinya.

Dalam waktu bersamaan, terdakwa juga melontarkan kata-kata tidak senonoh terhadap Moli MR.

Baca juga: Selebgram Ayuwisya Akan di Laporkan oleh Doddy Sudrajat ke Polisi,Apa Masalahnya?

Sehingga, di lokasi itu terjadi perang mulut antara pelapor dengan terdakwa.

Saat itu, terdakwa mengatakan ada bukti bahwa pelapor keluar masuk hotel bersama pria, dan bekerja sebagai kupu-kupu malam.

Sri Wahyuni mengatakan, saat itu terdakwa mengancam pelapor bahwa akan mendatangi tempat pelapor bekerja di satu instansi di Pidie, untuk membeberkan pelapor supaya diketahui publik.

Menurut jaksa, perbuatan terdakwa diancam pidana sesuai pasal 310 ayat (1) tentang pencemaran nama baik.

Usai Jaksa Sri Wahyuni membacakan dakwaan, dilanjutkan dengan pembacaan eksepsi atas dakwaan yang dibacakan pengacara terdakwa.

Pengacara terdakwa, Syamsir dan Fauzal Naufal, kepada Prohaba, Kamis (10/2/2022) menyebutkan, isi eksepsi berjumlah delapan poin, antara lain, bahwa kasus yang ditanganinya bukan perkara ITE.

Baca juga: Tak Mudah Menjerat Selebgram Herlin Kenza, Berkas Perkaranya Tak Lengkap

Namun, kasus ini murni pencemaran nama baik sesuai yang diatur dalam Pasal 310 ayat (1) KUHPidana.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved