Sabtu, 25 April 2026

Angin Kencang Ambrukkan Atap Dua Rumah Warga

Atap dua rumah berkonstruksi kayu di bantaran Sungai Jambo Aye, Desa Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO KIRIMAN WARGA
Atap dua rumah warga di Desa Kota Pantonlabu Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, ambruk, pada Minggu (27/2/2022) saat hujan deras dan angin kencang. 

PROHABA.CO, LHOKSUKON – Atap dua rumah berkonstruksi kayu di bantaran Sungai Jambo Aye, Desa Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, pada Minggu (27/2/2022) ambruk saat hujan deras dan angin kencang.

Ekses kejadian tersebut dua kepala keluarga (KK) harus mengungsi ke rumah tetangganya.

Mereka adalah Halimah (49) dan JumiatiYusuf (37), warga Dusun Mesjid Lama Desa Kota Pantonlabu, Aceh Utara.

“Setelah kejadian atap rumahnya ambruk, kemudian Halimah mengabari saya,” ujar Abdul Rafar penghubung Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman alias Haji Uma kepada Prohaba, Minggu (27/2/2022).

Baca juga: Angin Kencang Terjang Serdang Bedagai, 53 Rumah Warga Rusak

Kemudian, Abdul Rafar mengambil kelengkapan identitas dari kedua korban tersebut untuk diserahkan kepada Camat Tanah Jambo Aye, Fauzi.

“Camat juga menyerahkan santunan kepada korban,” ujar Abdul Rafar.

Setelah kejadian tersebut, Halimah bersama enam anaknya dan Jumiati bersama empat anaknya mengungsi ke rumah tetangga.

“Sekira pukul 05.00 WIB subuh hujan masih deras dan tiba-tiba angin kencang, tak lama kemudian atap rumah saya langsung ambruk,” ujar Halimah.

Atas kejadian itu, Halimah tak bisa menetap lagi di rumah tersebut.

Baca juga: Dihantam Angin Kencang, 4 Rumah Warga Aceh Timur Rusak Berat

Halimah dan Jumiati termasuk keluarga miskin di Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Ia mengaku selama ini membangun rumah di bantaran Sungai Tanah Jambo Aye, karena tidak memiliki tanah dan tak sanggup membangun rumah yang layak huni.

“Saya berharap ada pihak yang membantu saya untuk memiliki tanah dan membangun rumah yang layak huni seperti warga lainnya,” kata Halimah.

Apalagi, ia memiliki enam anak, sehingga rumah tempat tinggal sekarang selain sudah sempit juga tak lagi layak huni.

“Jadi, mau bagaimana lagi, saya juga tidak memiliki uang untuk membangun rumah dan membeli tanah, sehingga terpaksa tinggal di bantaran sungai,” ujar Halimah. (jaf)

Baca juga: Angin Kencang, Puluhan Rumah Tertimpa Pohon di Abdya

Baca juga: Seorang Pria Bakar Al-Quran di Masjid, Dilempari hingga Tewas dan Mayatnya Digantung di Pohon

Baca juga: Tertabrak Pohon, Seorang Pengendara Mabuk Tewas

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved