Tahukah Anda

Setelah Sembuh dari Covid-19, Perlukah Medical Check-Up?

Bagi orang yang terinfeksi virus corona, hal yang perlu diketahui tidak hanya seputar penanganan penyakit saja, tetapi perawatan setelah sembuh ...

Editor: Muliadi Gani
freepik.com/rawpixel.com
ilustrasi pemeriksaan kesehatan, tes kesehatan, medical check up setelah sembuh dari Covid-19. 

PROHABA.CO - Bagi orang yang terinfeksi virus corona, hal yang perlu diketahui tidak hanya seputar penanganan penyakit saja, tetapi perawatan setelah sembuh dari Covid-19 pun penting diperhatikan.

Terlebih, pada penyintas Covid-19 yang mengalami gejala berat ataupun pasien Long Covid-19.

Banyak masyarakat yang mungkin masih ber-tanya-tanya mengenai perlukah melakukan medical check-up setelah sembuh Covid-19.

Kemudian, jika perlu melakukan medical check up atau pemeriksaan kesehatan apa saja yang dibutuhkan?

Dokter Spesialis Paru di Primaya Hospital Bekasi Timur, Jawa Barat, dr Annisa Sutera Insani SpP menjelaskan bahwa medical check up sebenarnya tidak rutin dilakukan pada pasien yang sudah sembuh dari Covid-19.

Akan tetapi, medical check up ini digunakan untuk penyintas Covid-19 yang ingin mengetahui kondisi paru-parunya, maupun pasien post Covid-19 yang masih bergejala setelah dinyatakan sembuh.

Baca juga: Ilmuwan Sabotase Bagian Virus Corona untuk Melawan Covid-19

“Yang perlu melakukan medical check-up pasien post Covid-19 yang mengalami gejala menetap, seperti batuk, sesak atau mudah lelah jika beraktivitas.

Biasanya pada penyintas Covid-19 gejala sedang dan berat,” ujar Annisa saat dihubungi Kompas. com, Senin (7/3/2022).

Lebih lanjut, dr Annisa menuturkan medical check-up yang diperlukan seseorang yang telah sembuh dari Covid-19 ialah pemeriksaan foto toraks untuk mengevaluasi kondisi paru-paru mantan pasien.

“(Pemeriksaan) lebih detail lagi dengan CT scan toraks, jika diperlukan dilanjutkan dengan pemeriksaan spirometri untuk melihat fungsi parunya,” paparnya.

Menurut dia, pemeriksaan yang paling penting bagi penyintas Covid-19 maupun pasien post Covid-19 ialah spirometri guna mengevaluasi fungsi dan mendiagnosis kondisi paru-paru.

Sementara, untuk pemeriksaan laboratorium akan disesuaikan dengan komorbid atau penyakit penyerta yang dimiliki.

Baca juga: Menurut Kemenkes Berikut Ciri-Ciri Pasien Covid-19 yang Memiliki Risiko Kematian

Sementara itu, medical check-up dapat dilakukan oleh pasien post Covid-19 ataupun penyintas yang sebelumnya bergejala sedang hingga berat.

Adapun, pemeriksaan atau medical check-up pada pasien yang sembuh dari Covid-19 bergejala berat tersebut dapat dilakukan setelah tes PCR menunjukkan hasil negatif.

“(Medical check-up) bisa dilakukan setelah isolasi selesai dan (apabila pasien Covid-19) mengalami gejala menetap,” jelasnya.

Dokter Annisa juga menyebutkan bahwa menurut panduan pedoman tata laksana Covid-19 oleh 5 perhimpunan dokter di Indonesia, tes PCR hanya dilakukan ketika awal gejala.

Setelah selesai isolasi mandiri, orang yang terinfeksi Covid-19 sebenarnya tidak perlu melakukan tes PCR ulang.

“Untuk pasien yang tanpa gejala isolasi 10 hari, jika ada gejala 10 hari tambah tiga hari bebas gejala. Itu sudah cukup, karena masa hidup virus di berbagai penelitian (selama) 14 hari.

Untuk pasien dengan gejala berat evaluasi PCR setelah 10 hari dari PCR pertama,” pungkasnya. (Kompas.com)

Baca juga: Seorang Pria Turki 78 Kali Tes Covid-19, Selalu Positif

Baca juga: Real Madrid vs PSG, Berharap Tuah Bernabeu

Baca juga: Innalillah, Tgk Ridwan Johan Wakil Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Meninggal di RSUDZA

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved