Internasional
Pemimpin Chechnya Klaim Kuasai Balai Kota Mariupol
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengeklaim pada Kamis (24/3), bahwa pasukan Chechnya dari wilayah Rusia-nya telah menguasai balai kota Mariupol ...
PROHABA.CO, MARIUPOL - Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengeklaim pada Kamis (24/3), bahwa pasukan Chechnya dari wilayah Rusia-nya telah menguasai balai kota Mariupol di tenggara Ukraina dan mengibarkan bendera Rusia di kota itu.
Kadyrov memposting di Telegram sebuah video rekaman telepon di Chechnya, yang dikatakan olehnya bahwa anggota parlemen Rusia Adam Delimkhanov tengah berbicara kepada "orang-orang gagah berani kami", merujuk pada pasukan Chechnya.
"Orang-orang itu mengirim radio untuk mengatakan bahwa mereka membebaskan gedung otoritas Mariupol dan mengibarkan bendera kami di atasnya," kata pemimpin Chechnya di Telegram, yang memiliki lebih dari 1,4 juta pengikut.
Mantan pemberontak yang berubah menjadi sekutu Kremlin menulis dalam posting bahwa, "Bandit Ukraina yang tetap hidup tidak mau mengambil risiko dan memilih meninggalkan posisi mereka dan melarikan diri".
Baca juga: Telah Duduki Balai Kota Mariupol Ukraina, Klaim Pasukan Chechnya yang Pro-Rusia
Dia menambahkan bahwa unit lain bergerak secara paralel melalui kota dan membersihkannya dari “kotoran” Azov, mengacu pada Batalyon Azov sayap kanan Ukraina.
"Insya Allah sebentar lagi Mariupol akan bersih total," tulisnya, dikutip dari Kantor Berita AFP.
Dalam sebuah video yang dirilis beberapa jam kemudian, Kadyrov mengatakan pasukan Moskwa telah sepenuhnya membersihkan daerah pemukiman di bagian timur Kota Mariupol.
Rekaman itu menunjukkan sekelompok tentara mengibarkan bendera bergambar pemimpin Chechnya di atas gedung yang rusak.
"Tentara mengibarkan bendera di atas gedung kantor kejaksaan Levoberejny, yang terakhir dibebaskan," katanya.
Baca juga: Rusia Ingin Pecah Ukraina Jadi Dua Negara, Intelijen Kiev Sebut Seperti Korea
Di Kota Mariupol yang terkepung, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya telah mengatakan hampir 100.000 orang terjebak di sana tanpa makanan, air, atau listrik, dan mengalami penembakan sengit oleh pasukan Rusia.
Kementerian Luar Negeri Ukraina mencuit bahwa Moskwa telah meluncurkan fase baru teror terhadap Mariupol dengan mendeportasi paksa sekitar 6.000 penduduk ke kamp-kamp Rusia.
Sementara itu, Kadyrov mengatakan pada 1 Maret bahwa orang-orang Chechen telah terbunuh dalam invasi Moskwa ke Ukraina.
“Sayangnya, sudah ada kerugian di antara penduduk asli Republik Chechnya.
Dua meninggal, enam lainnya terluka dalam berbagai tingkat,” kata Kadyrov di Telegram saat itu.
Kadyrov, yang bertanggung jawab atas Republik Chechnya Rusia yang dia atur secara de facto dengan aturannya sendiri, telah memposting video pejuang Chechnya di Ukraina.(kompas.com)
Baca juga: Marc Marquez Disebut Tak Miliki Kans Juara Akibat Cedera Kecelakaan di MotoGP Mandalika 2022
Baca juga: Ayah Diduga Perkosa Anak Kandung Lima Kali di Tamiang
Baca juga: The Baby Alien Marc Marquez Dipastikan Absen di MotoGP Argentina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Pemimpin-Chechnya-Ramzan-Kadyrov.jpg)