Gadis 15 Tahun Dirudapaksa Dua Pria Seusai Kenalan di Facebook, Satu Pelaku Sudah Beristri

Seorang siswi di Kabupaten Kaur, Bengkulu, menjadi korban rudapaksa. Peristiwa tragis itu bermula saat korban berkenalan dan berpacaran dengan seorang

Editor: Muliadi Gani
Sripoku.com/Anton
Ilustrasi rudapaksa - 

PROHABA.CO, BENGKULU - Seorang siswi di Kabupaten Kaur, Bengkulu, menjadi korban rudapaksa.

Peristiwa tragis itu bermula saat korban berkenalan dan berpacaran dengan seorang pria yang dikenalnya melalui media sosial facebook.

Awalnya korban berkenalan dan berpacaran dengan tersangka EK (21) melalui facebook.

Lalu kemudian ia dibawa ke sebuah pondok di kebun yang sepi, Minggu (27/3/2022).

Di salah satu pondok itulah EK yang merupakan warga Kecamatan Tanjung Kemuning, Kaur, melakukan perbuatan kejinya terhadap korban yang masih di bawah umur.

Belakangan terungkap bahwa EK ternyata sudah memiliki istri dan anak.

Baca juga: Gadis 21 Tahun Digilir Paman, Abang, dan Adiknya

Setelah menjalankan aksinya, EK bertemu dengan tersangka YO (17), warga Kecamatan Kaur Utara, Kabupaten Kaur.

YO pun ambil bagian setelah membawa korban ke sebuah rumah kosong.

Setelah puas, kedua tersangka meninggalkan korban.

Korban lalu pulang ke rumahnya dan melapor kepada orang tuanya.

Orang tua korban bergegas melaporkan perbuatan kedua tersangka ke pihak kepolisian yang kemudian bergerak cepat untuk mengamankan kedua tersangka.

"Dari dua tersangka ini, satu kita tahan.

Baca juga: Herry Wirawan, Pelaku Rudapaksa Santriwati Divonis Hukuman Mati

Tersangka YO tidak kita tahan dan hanya wajib lapor karena dia masih anak di bawah umur," ujar Kasat Reskrim Polres Kaur, Iptu Indro Witayudha Prawira kepada TribunBengkulu.com, Kamis (7/4/2022).

Menurut Iptu Indro, pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus ini, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain.

"Untuk sementara ini dua tersangka dengan dua TKP, yakni di pondok dan di rumah kosong,” katanya.

Para tersangka, menurutnya, dijerat penyidik dengan delik tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak di bawah umur sebagaimana diatur dalam Pasal 81 dan atau Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016.

"Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," pungkas Iptu Indro Witayudha. (TribunBengkulu.com)

Baca juga: Abang Tega Rudapaksa Adik Kandung, Korban Ditinggal di Kebun Sawit

Baca juga: Pria Beristri 3 Tega Rudapaksa Anak Kandungnya Hingga Hamil

Baca juga: Diduga Rudapaksa Siswi SMP, Seorang Oknum Polisi Berpangkat AKBP Diamankan

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved