Senin, 20 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Rusia Tunjuk “Jagal” sebagai Komandan Perang di Ukraina

Moskwa dikabarkan menunjuk Jenderal Alexander Dvornikov untuk memimpin perang Rusia di Ukraina. Penunjukan Dvornikov sebagai komandan baru di Ukraina

Editor: Muliadi Gani
WIKIMEDIA COMMONS
Jenderal Alexander Dvornikov dari Angkatan Darat Rusia 

PROHABA.CO, MOSKWA - Moskwa dikabarkan menunjuk Jenderal Alexander Dvornikov untuk memimpin perang Rusia di Ukraina.

Penunjukan Dvornikov sebagai komandan baru di Ukraina terjadi di tengah reorganisasi untuk menyatukan struktur komando militer dan mengubah taktik perangnya.

Sejumlah pejabat senior Barat, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada The New York Times dan BBC bahwa Dvornikov dipilih untuk mengawasi pasukan Rusia yang tidak terkoordinasi dengan baik yang telah mendapat perlawanan keras dari pasukan Ukraina.

Dilansir United Press International (UPI), Dvornikov sebelumnya menjabat sebagai komandan distrik militer selatan Rusia.

Baca juga: Roket Rusia Hancurkan Bandara Dnipro, 5 Luka

Di sisi lain, Rusia belum mengonfirmasi perubahan kepemimpinan militernya atas invasinya ke Ukraina.

Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada The New York Times bahwa pasukan Rusia kesulitan mencapai tujuan militernya di Ukraina, contohnya merebut Kyiv.

Pejabat tersebut menambahkan, kesulitan itu salah satunya disebabkan karena pasukan Rusia diperintah dari Moskwa, tanpa pemimpin sentral di medan perang.

Pejabat senior yang berbicara dengan BBC mengonfirmasi bahwa setiap unit Rusia sebelumnya telah diperintahkan secara terpisah.

Dvornikov sekarang akan menyatukan pasukan Rusia di bawah seorang komandan pusat di Ukraina.

"Komandan itu memiliki banyak pengalaman operasi operasi Rusia di Suriah.

Baca juga: Senjata Senilai Rp 10,7 Triliun Hingga Rudal Anti-pesawat Akan Dikirim AS ke Ukraina

Jadi kami berharap komando dan kontrol secara keseluruhan meningkat," kata sumber itu kepada BBC.

Dvornikov dijuluki sebagai "Jagal Suriah" dan salah satu jenderal favorit Presiden Rusia Vladimir Putin.

Penunujukkan Dvornikov telah menimbulkan kekhawatiran bahwa perang di Ukraina akan menjadi lebih berdarah.

Dvornikov menjadi terkenal pada 2015 karena memerintahkan pengeboman di Aleppo yang menewaskan ribuan orang termasuk 200 anak-anak, The Telegraph mencatat.

Dia juga membantu mengembangkan strategi Rusia untuk menargetkan infrastruktur sipil seperti toko roti dan rumah sakit.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved