Kamis, 16 April 2026

Tahukah Anda

Mengapa Matahari yang Menjadi Pusat Tata Surya, Bukan Bumi?

Matahari adalah bintang berusia 4,5 miliar tahun, bola hidrogen dan helium yang sangat panas di pusat tata surya. Matahari berjarak sekitar 150 juta

Editor: Muliadi Gani
NASA/SDO
Ilustrasi matahari. 

Karena, model heliosentris awalnya dicetuskan tanpa teleskop, semua pengamatan harus dilakukan dengan mata telanjang dan instrumen sederhana.

Posisi planet diprediksi sebagian besar dengan mengamati posisi dan ukurannya terhadap bintang.

Model heliosentris Copernicus adalah gagasan pertama yang diterima secara luas bahwa Matahari adalah pusat tata surya, bukan Bumi.

Namun, Copernicus bukanlah orang pertama yang menyarankan hal ini.

Seribu tahun sebelumnya, filosof Yunani abad ke-5, Philolaus dan Hicetas, menyatakan bahwa Bumi dapat mengitari objek yang berapi-api.

Dua abad kemudian, astronom Yunani, Aristarchus dari Samos, mengatakan bahwa objek ini adalah Matahari. (Kompas.com)

Baca juga: Kutub Bumi Memanas, Antartika dan Arktik Alami Panas Ekstrem

Baca juga: Setelah Matahari, Cina Bakal Bikin Bulan Tiruan

Baca juga: Olympus Mons, Gunung Api Terbesar di Tata Surya

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved