Kamis, 9 April 2026

Luar Negeri

Pakistan Bombarbadir Afganistan, 47 Orang Tewas

Serangan udara Pakistan ke Afghanistan timur, yang menyasar provinsi Khost dan Kunar pada Sabtu (16/4), melaporkan sedikitnya 47 tewas ...

Editor: Muliadi Gani
REUTERS/SAEED ALI ACHAKZAI
Orang-orang menyeberang antara kedua negara, di titik penyeberangan Gerbang Persahabatan di Chaman, kota perbatasan Pakistan-Afghanistan, Pakistan, Ahad, 15 Agustus 2021. 

PROHABA.CO, KABUL - Serangan udara Pakistan ke Afghanistan timur, yang menyasar provinsi Khost dan Kunar pada Sabtu (16/4), melaporkan sedikitnya 47 tewas menurut para pejabat.

“Empat puluh satu warga sipil, terutama wanita dan anak-anak, tewas dan 22 lainnya terluka dalam serangan udara oleh pasukan Pakistan ke Afghanistan dekat Garis Durand di provinsi Khost,” kata Shabir Ahmad Osmani, direktur informasi dan budaya di Khost kepada AFP pada Minggu (17/4) dilansir dari Al Jazeera.

Dua pejabat lainnya mengonfirmasi jumlah korban tewas di Khost, sementara seorang pejabat Afghanistan mengatakan pada Sabtu (16/4) bahwa enam orang tewas di provinsi Kunar.

Saluran berita terbesar Afghanistan, TOLO News, menunjukkan gambar tubuh anak-anak yang dikatakan tewas dalam serangan udara itu.

Baca juga: Dituduh Nistakan Agama, Pria Pakistan Tewas Diamuk Massa

Saluran yang sama menunjukkan protes oleh ratusan warga di Khost yang mengutuk Pakistan dan meneriakkan slogan-slogan anti-Pakistan.

Militer Pakistan belum mengomentari serangan itu.

Tetapi pada Minggu (17/4) Kementerian Luar Negeri di Islamabad mendesak pihak berwenang Taliban di Kabul untuk mengambil "tindakan tegas", terhadap pejuang bersenjata yang melancarkan serangan terhadap Pakistan dari tanah Afghanistan.

"Teroris menggunakan tanah Afghanistan dengan impunitas untuk melakukan kegiatan di dalam Pakistan," kata pernyataan itu, yang dalam bahasa yang sangat keras.

Baca juga: Ini Kisah Pilu Warga Afghanistan di Bawah Kuasa Taliban, Jual Ginjal Demi Bertahan Hidup

Ketegangan perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan telah meningkat sejak Taliban merebut kekuasaan tahun lalu.

Islamabad mengklaim kelompok-kelompok bersenjata melakukan serangan rutin dari tanah Afghanistan.

Sejak pengambilalihan Taliban, Islamabad telah memimpin tekanan agar dunia terlibat dengan pemerintah Afghanistan, yang kini diatur berdasarkan hukum agama.

Perdana Menteri baru Pakistan Shehbaz Sharif akan mendukung Taliban Afghanistan seperti pendahulunya, Imran Khan.

Bintang kriket pemimpin Pakistan sebelumnya itu sebelumnya berubah menjadi pemimpin Islam konservatif.

Dia digulingkan dari kekuasaan akhir pekan lalu, dalam situasi politik yang penuh gejolak dengan mosi tidak percaya.

Taliban menyangkal menyembunyikan pejuang bersenjata Pakistan, tetapi juga marah dengan pagar yang didirikan Islamabad di sepanjang perbatasan bersama kedua negara sepanjang 2.700 km (1.680 mil).(kompas.com)

Baca juga: Wanita Bireuen Buang Bayi karena Hasil Hubungan Gelap, Pacarnya Melarikan Diri

Baca juga: Salah Satu Bayi Kembar Ronaldo yang Baru Lahir Meninggal Dunia

Baca juga: Shell Indonesia Gandeng Walt Disney Untuk Promosi Film Terbaru Marvel ‘Doctor Strange’

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved