Senin, 27 April 2026

KKB Tembaki Pos Marinir, Seorang Prajurit Meninggal

Dalam dua hari, kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan serangan terhadap aparat keamanan. Selain itu, KKB juga membakar asset milik PT Marta ...

Editor: Muliadi Gani
Dok. Itimewa
KKB serang pos TNI sebabkan 1 prajurit gugur dan 1 perwira marinir luka tembak di Nduga, Papua 

PROHABA.CO, JAYAPURA - Dalam dua hari, kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan serangan terhadap aparat keamanan. Selain itu, KKB juga membakar asset milik PT Marta Teknik Tunggal (MTT).

Peristiwa ini terjadi, Kamis (21/4) dan Jumat (22/4).

Pada Kamis, mobil Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz diberondong tembakan oleh KKB.

Terdapat 29 bekas tembakan yang tertinggal di mobil Satgas Operasi Damai Cartenz, termasuk bekas tembakan di salah satu ban.

Penembakan terjadi di Kampung Nogolaid, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Papua Kombes Faizal Ramadhani mengatakan, tidak ada korban jiwa maupun personel keamanan yang terluka.

"Syukur tidak ada anggota yang terluka, perkiraan anggota KKB berjumlah 20 orang," ujarnya, Jumat.

Faizal menuturkan, penembakan bermula saat tiga personel Satgas Operasi Damai Cartenz memetakan keberadaan KKB di sekitar Kenyam.

"Sekitar pukul 12.53 WIT, personel berpapasan dengan KKB yang diduga kuat merupakan kelompoknya Egianus Kogoya dan kemudian anggota ditembaki," ucapnya.

Sempat terjadi kontak senjata dalam jarak yang cukup dekat, yaitu sekitar 20 hingga 30 meter.

Baca juga: Satgas Operasi Damai Cartenz Diserang KKB

Berselang satu hari atau pada Jumat, KKB membakar aset milik PT MTT di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

"Telah terjadi pembakaran terhadap aset milik PT MTT yang sebelumnya merupakan sisa-sisa dari aksi pembakaran sebelumnya di lokasi yang sama," ungkap Faizal, Jumat.

Dikutip dari Antara, tidak ada korban jiwa dalam pembakaran mes karyawan PT MTT itu. Mes tersebut tidak lagi ditinggali.

Akibat dibakar, bangunan tersebut ludes. Mes itu kosong sejak terjadi penembakan terhadap karyawan pada 19 Februari 2022 yang mengakibatkan seorang terluka.

Selain menembak karyawan, kala itu KKB juga membakar rumah warga.

Pembakaran pada Jumat (22/4) juga disertai penembakan terhadap Satgas Operasi Damai Cartenz.

Faizal menerangkan, usai kejadian Satgas langsung menuju lokasi untuk mensterilkan keadaan.

Ketika mendekat ke lokasi, KKB menembaki personel keamanan yang datang menggunakan mobil.

"Mereka (KKB) sempat enam kali menembak ke personel kita dan terkena di bagian samping mobil, tapi tidak ada yang terluka," jelasnya.

Satgas sempat terlibat kontak senjata dengan KKB selama beberapa menit sebelum akhirnya KKB melarikan diri ke hutan.

Baca juga: Pos Marinir Diserang KKB, 2 Gugur, 1 Kritis dan 7 Luka

KKB tembaki pos marinir di Nduga.

Di hari yang sama, KKB menembaki Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3/Marinir di Kalikote, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Jumat.

Serangan ini menewaskan Pratu Marinir Dwi Miftahul Ahyar dan melukai Mayor Marinir Lilik Cahyanto.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Herman Taryaman menuturkan, Lilik terluka di bagian bahu akibat rekoset.

Herman menyampaikan, kedua korban lantas dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika.

"Pada pukul 11.15 WIT Heli Carakal tiba di Bandara Mimika, selanjutnya jenazah Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar dibawa ke RSUD Mimika untuk pemulasaran jenazah," terangnya, Sabtu (23/4).

Baca juga: Lagi, KKB Tembaki Pos Marinir di Nduga Papua, 1

Pengamat terorisme dan intelijen, Stanislaus Riyanta, memberikan pandangannya terkait rentetan serangan KKB di Ilaga dan Nduga.

Dia menilai, aksi-aksi tersebut merupakan cara KKB untuk menunjukkan eksistensinya kepada publik, khususnya masyarakat internasional.

Dalam aksi-aksinya, KKB kerap mengincar aparat keamanan dan pihak-pihak yang melakukan pembangunan.

Stanislaus membeberkan, alasan KKB menyerang personel keamanan untuk menunjukkan sikap anti pemerintah dan perlawanan terhadap negara.

Sedangkan, alasan KKB menyerang pihak-pihak yang melakukan pembangunan agar program-program tersebut dihentikan.

Ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Jika pembangunan terjadi, masyarakat di sana akan percaya pemerintah.

Ketika negara hadir, terdapat pembangunan, maka kepercayaan masyarakat akan tinggi, sehingga tidak ada tempat untuk KKB,” ungkapnya, Sabtu.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Politik dan Kebijakan Strategis Indonesia ini memandang, agar tak ada lagi korban, personel keamanan harus siaga.

Selain itu, sebut Stanislaus, TNI dan Polri harus bisa mengamankan masyarakat.

“Ketika ada pihak-pihak yang melakukan serangan yang menimbulkan gangguan keamanan, TNI Polri harus memastikan bahwa masyarakat aman.

Ketika ada kelompok yang melawan dengan senjata, maka harus dilawan juga dengan senjata. Itu sah,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu menjalankan berbagai upaya, seperti penggalangan, pendekatan, dan propaganda supaya kelompok tersebut sadar dan bisa kembali ke masyarakat.

Baca juga: KKB Pimpinan Undius Kogoya Bakar Sekolah dan Aniaya Guru di Hitadipa Intan Jaya

Danrem 172 Pimpin Pelepasan Jenazah Prajurit Marinir yang Gugur di Nduga

Komandan Resor Militer 172/Praja Wira Yakthi Brigjen TNI Izak Pangemanan memimpin upacara pelepasan jenazah Praka Marinir Anumerta Dwi Miftachul Achyar yang gugur dalam kontak senjata dengan kelompok separatis di Kabupaten Nduga, Papua.

Upacara pelapasan jenazah secara militer berlangsung di Aula Kantor Perwakilan Lanal Timika, dengan dihadiri pejabat TNI - Polri dan Forkopimda Mimika, Minggu (24/4).

Jenazah Dwi Miftahul Achyar kemudian dibawa ke Bandara Mozes Kilangin Timika untuk diberangkatkan menggunakan Pesawat CN-235/A-2307 milik TNI AU ke Bandara di Surabaya, Jawa Timur.

Setiba di Surabaya, jenazah akan dibawa ke kampung halamannya, Jalan Sumowiharjo, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, untuk dikebumikan secara militer.

Sebelumnya, kelompok separatis teroris menyerang Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Marinir di kawasan Kali Kote, Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, Papua, pada Jumat (22/4) sore.

Kontak senjata kemudian terjadi dan mengakibatkan Dwi Miftachul Achyar gugur. Jenazah Dwi kemudian, pada Sabtu (23/4), dibawa ke Timika menggunakan helicopter Caracal TNI AU.

Selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD Mimika untuk dilakukan pemulasaraan.

Jenazah Dwi kemudian dibawa ke Aula Kantor Perwakilan Lanal Timika untuk disemayamkan sebelumnya dipulangkan.

Penyerangan ini juga menyebabkan Mayor Mar Lilik Cahyanto terluka.

Dia terkena tembakan recoset pada bagian bahu.(kompas. com)

Baca juga: Rusia Selidiki Pasukan Khusus Inggris di Ukraina

Baca juga: Niat dan Tata Cara Shalat Lailatul Qadar Beserta Hukumnya

Baca juga: Istri Putra Siregar, Septia Siregar Minta Chandrika Chika Tak Libatkan Suaminya dalam Hal Apapun

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved