Konflik Rusia vs Ukraina
Menhan AS Akui Rencana untuk Melemahkan Rusia
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan dia berharap kekalahan Rusia di Ukraina akan menghalangi pemimpinnya untuk mengulangi
PROHABA.CO, KYIV - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan dia berharap kekalahan Rusia di Ukraina akan menghalangi pemimpinnya untuk mengulangi tindakannya.
Dia menambahkan bahwa Ukraina masih bisa memenangkan perang jika diberikan dukungan yang tepat dan memuji upaya militernya.
"Kami ingin melihat Rusia melemah hingga tidak dapat melakukan hal-hal seperti yang telah dilakukannya dalam invasi Ukraina," kata kepala militer AS sebagaimana dilansir BBC pada Senin (25/4).
Austin berbicara setelah bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky di Kyiv.
Didampingi oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, kunjungan tersebut menandai perjalanan tingkat tertinggi oleh pejabat AS ke Ukraina, sejak invasi dimulai lebih dari dua bulan lalu.
Pertemuan antara pihak AS dan Ukraina, yang berlangsung selama lebih dari tiga jam, terjadi saat Rusia meningkatkan kampanye militernya di selatan dan timur negara itu.
Koresponden diplomatik BBC James Landdale mengamati bahwa komentar Austin yang menyerukan pelemahan Rusia sangat kuat bagi seorang menteri pertahanan AS.
Baca juga: Wilayah Transnistria di Perbatasan Ukraina yang Pro-Rusia
“Adalah satu hal untuk membantu Ukraina melawan agresi Rusia, tapi hal lain untuk berbicara tentang melemahkan kemampuan Rusia,” katanya.
Pada konferensi pers di Polandia setelah kunjungan itu, menteri pertahanan AS mengatakan kepada wartawan bahwa para pejabat AS masih percaya Ukraina dapat memenangkan konflik "jika mereka memiliki peralatan yang tepat" dan "dukungan yang tepat".
Pria berusia 68 tahun itu mengumumkan bahwa AS akan mengalokasikan tambahan bantuan militer AS sebesar 713 juta dollar AS (Rp 10,3 triliun) kepada pemerintah Ukraina, begitu juga 15 pemerintah sekutu Eropa lainnya yang takut akan agresi Rusia.
Ini menjadikan total bantuan keamanan AS yang diberikan ke negara itu sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai menjadi lebih dari 3,7 miliar dollar AS (Rp 53.4 triliun).
Zelensky telah memohon kepada para pemimpin Barat untuk meningkatkan aliran peralatan militer selama berminggu-minggu.
Dia bersumpah pasukannya dapat mengatasi militer Rusia jika dilengkapi dengan jet tempur dan kendaraan lainnya.
Pekan lalu AS mengonfirmasi telah memasok pasukan Ukraina dengan meriam artileri howitzer dan radar anti-artileri untuk pertama kalinya.
Baca juga: Sejak Invasi Rusia Dimulai, Lebih Dari 2,8 Juta Orang Ukraina Pergi Ke Polandia
Duta Besar Rusia di Washington mengatakan Moskwa telah mengirim nota diplomatik menuntut diakhirinya pasokan senjata AS ke Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Dalam-gambar-ini-dari-video-yang-disediakan-oleh-Kantor-Pers-Kepresidenan-Ukraina.jpg)