Konflik Rusia Vs Ukraina

AS Tuduh Rusia Gunakan Makanan sebagai Senjata di Ukraina

Di hadapan Dewan Keamanan PBB, Blinken mengimbau Rusia untuk berhenti memblokade pelabuhan Ukraina.

Editor: IKL
AFP
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara kepada pers tentang perang di Ukraina, di Departemen Luar Negeri di Washington, DC, 17 Maret 2022. - Blinken menuduh Rusia menggunakan makanan sebagai senjata perang di Ukraina. 

PROHABA.CO - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, menuduh Rusia pada Kamis (19/5/2022) menggunakan makanan sebagai senjata di Ukraina.

Blinken menuduh Rusia menyandera pasokan makanan tidak hanya untuk jutaan orang Ukraina, tetapi juga jutaan orang di seluruh dunia yang bergantung pada ekspor Ukraina.

Di hadapan Dewan Keamanan PBB, Blinken mengimbau Rusia untuk berhenti memblokade pelabuhan Ukraina.

"Pemerintah Rusia tampaknya berpikir bahwa menggunakan makanan sebagai senjata akan membantu mencapai apa yang belum dilakukan invasi, untuk mematahkan semangat rakyat Ukraina," katanya, dilansir CNA.

"Pasokan makanan untuk jutaan orang Ukraina dan jutaan lainnya di seluruh dunia telah benar-benar disandera oleh militer Rusia," jelas dia.

Perang di Ukraina telah menyebabkan harga global untuk biji-bijian, minyak goreng, bahan bakar, dan pupuk melambung.

Baca juga: Krisis Pangan Ancam Eropah

Baca juga: Di Persidangan, Tentara Rusia Mengaku Sengaja Tembak Mati Warga Sipil Ukraina

Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang hampir sepertiga dari pasokan gandum global.

Ukraina juga merupakan pengekspor utama jagung, barley, minyak bunga matahari dan minyak lobak.

Sementara Rusia dan Belarusia, yang telah mendukung Moskow dalam perangnya di Ukraina, menyumbang lebih dari 40 persen ekspor kalium global, nutrisi tanaman.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan adalah kesalahan besar jika Rusia harus disalahkan atas krisis pangan global yang telah terjadi selama beberapa tahun.

Dia menuduh Ukraina menahan kapal asing di pelabuhannya dan menambang perairan dan mengatakan militer Rusia telah berulang kali mencoba membuka koridor yang aman untuk kapal.

Nebenzia menyalahkan sanksi Barat yang dijatuhkan pada Moskow atas perang Ukraina karena memiliki efek mengerikan pada ekspor makanan dan pupuk Rusia.

Blinken menolak klaim Rusia bahwa sanksi memicu krisis pangan.

"Keputusan untuk mempersenjatai makanan adalah milik Moskow sendiri," kata Blinken.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved