Luar Negeri

Manusia dan Macan Tutul Hidup “Harmonis” di Bera

Bera, sebuah kota kecil di Negara Bagian Rajasthan, India, terkenal sebagai satu-satunya tempat di Bumi yang diketahui di mana manusia dan macan tutul

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Ilustrasi macan tutul. 

PROHABA.CO, RAJASTHAN - Bera, sebuah kota kecil di Negara Bagian Rajasthan, India, terkenal sebagai satu-satunya tempat di Bumi yang diketahui di mana manusia dan macan tutul dapat hidup berdampingan.

India adalah salah satu negara berpenduduk terpadat di Bumi.

Karena permukiman manusia terus merambah hutan dan pegunungan, konflik antara macan tutul dan manusia tidak dapat dihindari.

Tapi ada satu tempat di mana manusia dan macan tutul disebut telah hidup damai dan harmonis setidaknya selama seabad terakhir.

Dikenal sebagai "negeri macan tutul", Kota Bera dikatakan memiliki konsentrasi macan tutul tertinggi di planet ini, sebagaimana dilansir Oddity Central, Jumat (20/5).

Dilaporkan ada hampir 100 macan tutul yang tinggal di dalam dan sekitar Bera, namun tidak ada serangan terhadap manusia yang dilaporkan di sini dalam seratus tahun terakhir.

Ada satu kasus di mana seorang bayi diculik oleh seekor macan tutul bertahun-tahun yang lalu, tetapi macan tutul tersebut meninggalkan anak itu saat masuk ke hutan belantara.

Baca juga: Dikejar Macan Tutul, Dua Pria Selamat Berkat Lemparkan Kue Tart

Bahkan, ketika penduduk setempat mulai mengorganisasi wisata safari melihat macan tutul di daerah itu untuk turis, jumlah serangan macan tutul tetap nol.

Menurut penduduk setempat, sebagian besar dari mereka adalah anggota Rabari, suku penggembala yang bermigrasi ke Rajasthan dari Iran melalui Afghanistan seribu tahun lalu.

Suku Rabari menyembah Dewa Siwa dan memperlakukan binatang sebagai pelindung mereka, bahkan jika mereka terkadang kehilangan ternak mereka sebagai mangsa.

“Ketika macan tutul membunuh ternak orang Rabari, masyarakat tidak menentang pemangsa itu,” kata Dilip Singh Deora, yang menjalankan safari lokal, mengatakan kepada The National.

“Mereka percaya Siwa akan meningkatkan ternak mereka berlipat ganda dan memperlakukan ternak yang terbunuh sebagai persembahan kepada tuannya sendiri,” sambungnya.

Dheeraj Mali, seorang jurnalis foto satwa liar yang telah mendokumentasikan macan tutul lokal selama bertahun-tahun, percaya bahwa kucing besar di daerah itu juga telah beradaptasi dengan keberadaan manusia.

Baca juga: Harimau Terkam Empat Ekor Kambing Warga, Pawang Didatangkan ke Lokasi

Kucing besar tersebut juga secara bertahap menjadi “kurang predator” terhadap manusia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved