Rabu, 8 April 2026

Berita Aceh Tenggara

Wakil Bupati Aceh Tenggara Minta Flight Susi Air Ditambah

Wakil Bupati Aceh Tenggara, Bukhari, meminta kepada pemerintah pusat untuk menambah penerbangan (flight) maskapai Susi Air dari Bandara Alas Leuser

Editor: Bakri
Hendra Gunawan/Tribunnews.com
Pesawat susi air saat sedang menaikkan penumpang 

KUTACANE - Wakil Bupati Aceh Tenggara, Bukhari, meminta kepada pemerintah pusat untuk menambah penerbangan (flight) maskapai Susi Air dari Bandara Alas Leuser Kutacane ke Bandara Sultan Iskandar Muda Blangbintang, Aceh Besar.

"Biasanya penerbangan dari Bandara Alas Leuser Kutacane dua kali seminggu, saya minta 4 kali seminggu bersubsidi," ujar Bukhari, Selasa (25/5/2022).

Dikatakan, selama ini penerbangan Susi Air dari Bandara SIM ke Kutacane dan sebaliknya setiap Selasa dan Jumat.

Jadwal itu dinilai tidak cukup, apalagi animo masyarakat untuk melakukan perjalanan via udara sangat tinggi.

“Kita berharap ada penambahan jadwal penerbangan.

Baca juga: Otak Pembobolan Uang Nasabah Bank Riau Kepri WNA Bulgaria

Baca juga: Kolonel Garda Revolusi Iran Dibunuh oleh Pria Bersenjata

Bukan saja Kutacane-Aceh Besar dan sebeliknya, tapi juga Kutacane-Kualanamu dan sebaliknya,” tandas Wabup.

Hal senada juga disampaikan Sekda Aceh Tenggara, Mhd Ridwan dan Wakil Ketua DPRK Aceh Tenggara, Jamudin Selian.

Menurut Sekda, Aceh Tenggara merupakan daerah yang jauh rentan kendali menuju ibu kota Provinsi Aceh, sehingga masyarakat sangat berharap pada penerbangan Susi Air dapat ditambah di Bandara Alas Leuser Kutacane.

Dikatakan, selama ini adanya penerbangan cukup membantu pemerintah dan masyarakat.

Apalagi warga Agara selama ini sangat bergantung kepada Sumatera Utara dan Provinsi Aceh, karena jarak yang jauh sangat sehingga mengharapkan penerbangan rute Kutacane-Medan dan Banda Aceh.

"Kami minta Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Udara agar menambah jadwal penerbangan Susi Air Kutacane-Aceh Besar dan rute penerbangan Kutacane-Kualanamu," ujarnya.(as)

Baca juga: Anda ke Jepang? Tak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok

Baca juga: Peternak Deli Serdang Resah, Ratusan Sapi Terjangkit PMK

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved