Tahukah Anda

Pohon Tertua di Dunia Terdapat di Chile

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Dr Jonathan Barichivich, ilmuwan Chile di Climate and Environmental Sciences Laboratory di Paris ...

Editor: Muliadi Gani
Jonathan Barichivich/Reuters
Cemara Patagonian (Fitzroya cupressoides) disebut sebagai pohon tertua di dunia. Ditaksir ilmuan Umurnya lebih dari 5000 tahun 

PROHABA.CO - Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Dr Jonathan Barichivich, ilmuwan Chile di Climate and Environmental Sciences Laboratory di Paris mengungkapkan bahwa pohon cemara di Taman Nasional Alerce Costero Chile bisa jadi merupakan pohon tertua di dunia.

Pohon yang dikenal dengan julukan “Kakek Buyut” itu diperkirakan berumur 5.484 tahun.

Usia itu melampau 600 tahun dari pemegang rekor pohon tertua saat ini.

Batang pohon ini pun bahkan mencapai diameter 4 meter.

Maisa Rojas yang menjadi Menteri Lingkungan Chile dan Anggota Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim PBB pun menyebutkan, berita ini sebagai penemuan ilmiah yang luar biasa.

Dikutip dari Guardian, Minggu (29/5/2022), cemara Patagonian (Fitzroya cupressoides) tersebut merupakan tumbuhan runjung asli Chile dan Argentina yang termasuk dalam keluarga yang sama dengan sequoia raksasa dan kayu merah.

Pohon ini tumbuh sangat lambat, tetapi dapat mencapai ketinggian hingga 45 meter.

Baca juga: Kane Tanaka, Orang Tertua di Dunia Meninggal pada Usia 119 Tahun

Baca juga: Orangutan Tertua di Dunia Disuntik Mati Dalam Usia 61 Tahun

Pada tahun 2020, Barichivich mengambil sampel dari pohon yang juga disebut dengan Alerce Milenario itu.

Namun, alat yang ia gunakan dapat mencapai intinya.

Ia kemudian menggunakan model komputer untuk mempertimbangkan faktor lingkungan dan variasi acak untuk menentukan umur pohon.

“Metode ini memberi tahu kita bahwa 80 persen dari semua kemungkinan, usia pohon tersebut lebih dari 5.000 tahun.

Hanya ada peluang 20 persen bahwa pohon lebih muda,” ungkap Barichivich.

Namun, Barichivich sendiri belum melakukan perhitungan penuh dari lingkaran pertumbuhannya.

Sehingga, Barichivich belum secara resmi menerbitkan perhitungannya dalam jurnal.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved