Jumat, 5 Juni 2026

Tenggelam

Hari Ke-5, Nelayan Tenggelam di Singkil Belum Juga Ditemukan

Nelayan asal Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil yang hilang tenggelam pada 31 Mei lalu, hingga memasuki hari kelima, ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SAR KEPULAUAN BANYAK)
Tim relawan melanjutkan pencarian seorang nelayan Asalman Gea (46) warga Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, Jumat (3/6/2022). 

PROHABA.CO, SINGKIL - Nelayan asal Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil yang hilang tenggelam pada 31 Mei lalu, hingga memasuki hari kelima, Minggu (5/6/2022) belum juga ditemukan.

Pencarian korban, Asalman, tidak lagi difokuskan di lokasi ia tenggelam sekitar 150 meter daripelabuhan Ujung Sialit.

Pencarian juga dilakukan dengan menyisir pulau-pulau yang berada di sekitar Ujung Sialit.

Upaya pencarian juga dilakukan dengan mengikuti arah arus air laut tatkala korban tenggelam.

Selain memantau dari permukaan air laut, nelayan juga melakukan pencarian dengan cara menyelam ke dasar laut.

Sayang semua upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil.

Begitupun, upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga hari ketujuh.

Baca juga: Nelayan Desa Ujung Sialit yang Tenggelam di Laut belum Ditemukan

Asalman tenggelam di laut yang berjarak sekitar 150 meter dari Pelabuhan Ujung Sialit, lantaran perahu kayu yang ditumpangi bersama dua anaknya terbalik dihantam ombak, Selasa (31/5/2022) malam.

Sementara dua anaknya berhasil selamat.

Berikut kronologi kejadian nelayan tenggelam yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber: Pada Selasa 31 Mei 2022 pukul 22.30 WIB,

Asalman bersama dua anaknya, Erwin Kristian (27) dan Eliesi (11), naik perahu kayu menuju bagan tancap miliknya untuk menguras air.

Saat itu cuaca buruk, berupa ombak besar akibat dipicu hujan angin. Dalam perjalanan perahu dayung yang ditumpangi ayah dan anak terbalik dihantam ombak.

Korban berjuang menyelamatkan diri dengan cara berenang.

Baca juga: Terlilit Jaring, Seorang Nelayan Tewas di Pantai Menganti Kebumen

Di tengah situasi darurat melintas bagan apung milik Ibezaro Telaumbanua (47) penduduk setempat.

Ibezaro langsung memberikan pertolongan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved