Sabtu, 9 Mei 2026

Luar Negeri

Senjata yang Dikirim ke Ukraina Bisa Berakhir di Tangan Kriminal

Senjata yang dikirim ke Ukraina setelah invasi Rusia pada Februari akan berakhir di pasar ilegal global dan di tangan penjahat ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
AFP PHOTO/SERGEI SUPINSKY
Prajurit Pasukan Militer Ukraina memindahkan Rudal FIM-92 Stinger buatan AS, sistem pertahanan udara portabel-man (MANPADS), yang beroperasi sebagai rudal permukaan-ke-udara (SAM) pelacak inframerah, dan bantuan militer lainnya yang dikirim dari Lituania ke Bandara Boryspil di Kyiv pada Minggu (13/2/2022). 

PROHABA.CO, PARIS - Senjata yang dikirim ke Ukraina setelah invasi Rusia pada Februari akan berakhir di pasar ilegal global dan di tangan penjahat.

Kepala Interpol Jurgen Stock mengatakan begitu konflik berakhir, gelombang senapan dan senjata berat akan membanjiri pasar internasional.

Dia pun mendesak negara-negara anggota Interpol, terutama yang memasok senjata, untuk bekerja sama dalam pelacakan senjata.

“Begitu pertempuran berhenti (di Ukraina), senjata ilegal akan bermunculan.

Kita mengetahui hal ini dari banyak konflik lainnya.

Para penjahat bahkan sekarang, seperti yang kita bicarakan, fokus pada mereka,” kata Stock.

Di tengah situasi kacau itu, kata dia, kelompok kriminal akan mencoba memanfaatkan ketersediaan senjata, bahkan yang digunakan oleh militer dan termasuk senjata berat.

Baca juga: Lebih 20 Persen Wilayah Ukraina Dikuasai Rusia

“Ini (senjata) akan tersedia di pasar kriminal dan akan menciptakan masalah.

Tidak ada negara atau wilayah yang dapat menanganinya secara terpisah karena kelompok-kelompok ini beroperasi di tingkat global.”

Lebih lanjut pihaknya memperkirakan bahwa senjata-senjata itu bisa masuk senjata di Eropa dan sekitarnya.

Semua menurutnya harus waspada, karena senjata-senjata ini bisa juga diperdagangkan tidak hanya ke negara-negara tetangga tetapi ke benua lain.

Dia mengatakan Interpol mendesak anggotanya untuk menggunakan basis datanya untuk membantu "memantau dan melacak" senjata.

“Kami berhubungan dengan negara-negara anggota untuk mendorong mereka menggunakan alat-alat ini.

Baca juga: Para Prajuritnya di Severedonetsk yang Ancam Menyerah Ditangkap Ukraina

Penjahat tertarik pada semua jenis senjata pada dasarnya senjata apa pun yang dapat dibawa dapat digunakan untuk tujuan kriminal.”

Sekutu barat Ukraina telah mengirim pengiriman senjata militer kelas atas ke Ukraina sejak invasi Rusia lebih dari tiga bulan lalu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved