Breaking News:

Berita Aceh Barat Daya

Mantan Ketua KIP Ajukan Kasasi ke MA Kasus Permainan Judi Kartu Poker

Mantan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat Daya (Abdya), Sanusi (49) bersama sejumlah rekannya mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Personil Satreskrim Polres Abdya memperlihat barang bukti kartu poker dan uang tunai saat menggelar konferensi pers, Jumat (10/9/2021) di ruang unit Tipiter. Ikut terlibat Ketua KIP Abdya, guru dan masyarakat 

BLANGPIDIE - Mantan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat Daya (Abdya), Sanusi (49) bersama sejumlah rekannya mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

Sanusi Cs menempuh upaya tersebut setelah upaya banding yang dilakukannya ditolak oleh Mahkamah Syar’iyah (MS) Banda Aceh.

Sehingga, menguatkan putusan Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Blangpidie, yang memvonis 23 kali cambuk terhadap Sanusi SPd (49) yang dibacakan langsung oleh Amrin Salim SAg MA yang tak lain Ketua Mahkamah Syar’iyah Blangpidie.

Selain Sanusi, majelis hakim juga menmvonis 17 cambuk terhadap rekannya.

Menurut majelis hakim, perbuatan para terdakwa telah terbukti melanggar pasal 19 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Sanusi harus berurusan dengan penegak hukum seusai kedapatan bermain judi kartu poker bersama rekannya, Kamis (9/9/2021) sore, sekira pukul 17.30 WIB di Gampong Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee.

Bahkan, akibat kasus yang menimpa dirinya itu, Sanusi dinonaktifkan dari ketua KIP Abdya, dan digantikan Yudi Nurmansyah sebagai Plt.

Penonaktifan Sanusi itu tertuang dalam Surat keputusan KPU-RI Nomor : 662/SDM.13/04/2021, tentang penonaktifan Ketua KIP Abdya Provinsi Aceh periode 2018-2023.

Baca juga: Komentarnya Menyinggung Umat Muslin, Pejabat di India Dihukum

Baca juga: Minibus L300 dan Avanza Tabrakan di Samahani, Satu Penumpang Terjepit

Bukan itu saja, Sanusi juga terancam dipecat dari anggota KIP Abdya, pasca dilaporkan ke DKPP-RI.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Abdya, Iqbal SH mengatakan, setelah upaya banding ke MS ditolak akibat tidak mencukupi syarat, kemudian Sanusi bersama temannya kembali melakukan upaya kasasi ke MA pada bulan April tahun 2022 lalu.

"Usai dia bersama temannya melakukan kasasi ke MA, kemudian setelah lebaran kemarin, kita menjawab kasasinya dengan kontra memori kasasi, dan sekarang kita masih menunggu tahap kasasi dari MA," ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, setelah ditolak banding oleh MS Banda Aceh dan belum adanya hasil keputusan dari MA, maka hukuman yang diterima oleh Sanusi bersama dengan rekannya yakni Syafrizal, Ilyas, Jailani, Tes Rianto, Aprizal, Faisal, dan T Nun Parisi, dalam kasus judi poker dikembalikan dengan putusan lama dari MS Blangpidie, yaitu menerima hukuman cambuk.

"Jadi kita belum mengetahui kapan putusan keluar dari MA, karena biasanya lama, kalau tidak salah biasanya selama tiga bulan.

Apabila nantinya putusan kasasi mereka diterima oleh MA, maka semua hukuman terhadap mereka gugur semua.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved