Berita viral

Suhu Dieng, Jawa Tengah Pagi Ini Minus 1 Derjat Celsius, Ini Fenomena Kedua sejak Tahun 2022

Fenomena embus es, kembali terjadi di kawasan Deing, pagi ini suhunya minus 1 derjat celsius.

Editor: Budi Fatria
Instagram/langit_mahameru3676
Embun Es di Dieng - Fenomena embun es cembali terjadi di Dieng, Jawa Tengah, Kamis (30/6/2022) 

PROHABA.CO - Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tenga, kembali terjadi fenomena embun es.

Kejadian itu terjadi pada, Kamis (30/6/2022), pagi, suhunya minus 1 derjat celsius.
 
Diketahui, fenomena embus es dalam tahun ini saja sudah terjadi dua kali.
 
Berdasarkan pengamatan Unit Pengelola Teknis (UPT) Pengelola Wisata di daerah itu.

Suhu di Dieng hari ini mencapai minus 1 derajat celsius.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pengelola Wisata Dieng, Sri Utami.

"Dari semalam sudah mulai dingin, pagi ini suhunya minus 1 derajat celsius," ujar Sri, kepada, Kompas.com, Kamis (30/6/2022).
 
Akibatnya, memuncul fenomena embun es di beberapa titik.

Baca juga: Hujan Es Terbesar di Dunia Tewaskan Ratusan Orang

Seperti, di kompleks Candi Arjuna, Lapangan sekitar Candi Arjuna, dan Dharmasala.
 
Jelas Sri lagi, fenomena embun es ini merupakan fenomena kedua yang terjadi di Dieng selama 2022.
 
Fenomena embun es kali pertama muncul pada Januari 2022 lalu.
 
Saat itu, suhu di kawasan Dataran Tinggi Dieng mencapai 3 derajat celsius.
 
Lantas, bisakah fenomena embun es ini terjadi di wilayah selain Dieng?
 
Miming Saepudin mengatakan, fenomena embun es merupakan hal yang wajar terjadi setiap tahunnya.
 
Bahkan menurutnya, fenomena embun es ini juga bisa terjadi di beberapa wilayah selain Dieng.

Baca juga: Hujan Es Landa Medan

“Beberapa tempat seperti di Dieng dan dataran tinggi atau wilayah pegunungan lainnya juga berpotensi terjadi embun es (embun upas)," ujarnya kepada Kompas.com (30/6/2022).
 
Sebelumnya, fenomena embun es juga pernah terjadi di lereng Semeru.
 
Tepatnya di Danau Ranu Pani, Lumajang, Jawa Timur pada tahun lalu.
 
Saat itu, tanaman di lereng Semeru tertutup oleh embun es sebagaimana dikutip dari Kompas.com (30/7/2021).
 
Kendati demikian, Miming menambahkan bahwa kawasan Dieng merupakan daerah yang paling sering terjadi fenomena embun es.
 
“Potensi terjadi embun es seperti ini ada, tapi saat ini biasanya dieng yang terjadi," ucapnya.
 
Hal serupa juga disampaikan oleh Prakirawan Cuaca BMKG, Agita Vivi.

Baca juga: Mau Menikah Gadis Aceh, Cek Harga Emas Hari Ini, 1 Gram dan Per Mayam

Berdasarkan laporan yang diterima oleh BMKG, daerah yang berpotensi terjadi fenomena embun es selain Dieng adalah kawasan Semeru, Jawa Timur.
 
"Saat ini, laporan yang kami terima hanya untuk wilayah Dieng.
 
Dan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," jelasnya kepada Kompas.com (30/6/2022).
 
"Jika dilihat dari data dan potensi udara dingin dari Australia yang menjadi penyebab fenomena es ini.
 
Wilayah Jawa umumnya lebih berpotensi jika dibandingkan dengan Pulau yang lain," kata Vivi.
 
Selain itu, menurut Vivi, potensi fenomena embun es ini juga akan dipengaruhi oleh kondisi permukaan setiap gunung.
 
Seperti elevasi, slope, arah hadap, dan sebagainya.

Baca juga: Dikenal Sebutan Serambi Mekkah, Aceh Diusul Jadi Embarkasi Haji Tunggal di Indonesia

Penyebab terjadinya fenomena embun es tidak lepas dari fenomena alamiah, yaitu suhu udara dingin.
 
Suhu udara dingin ini biasanya terjadi di puncak musim kemarau, yaitu Juli-September.
 
Periode ini akan ditandai pergerakan angin dari arah timur, yang berasal dari Benua Australia.
 
"Pada bulan Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin," terang Miming.
 
"Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia.
 
 Atau dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia," imbuhnya.
 
Angin Monsoon Dingin Australia ini bertiup menuju wilayah Indonesia.
Dan melewati perairan Samudera Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut relatif lebih dingin.

Baca juga: Seorang Gadis Jawa Tengah Diceburkan Pacar ke Sungai

Hal itulah yang menyebabkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia.
 
Terutama, bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara), terasa lebih dingin.
 
Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa.
 
Hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh pula ke suhu dingin yang terjadi di malam hari.
 
Sebab tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer.
 
Tak hanya itu, langit yang cenderung bersih awannya (clear sky) juga akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar.
 
"Hal itu membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari," tutup Miming. (*)
 
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Daerah yang Berpotensi Terjadi Fenomena Embun Es seperti Dieng

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved