Tahukah Anda

Gelombang Panas Bisakah Terjadi di Indonesia?

Fenomena alam gelombang panas sudah dilaporkan terjadi di berbagai negara di dunia dan berdampak buruk bagi kehidupan manusia ...

Editor: Muliadi Gani
PHOTO CREDIT: REUTERS
Seorang perempuan menggunakan kipas angin portabel ketika gelombang panas menghantan Kota London, Inggris pada 19 Juli kemarin. 

PROHABA.CO - Fenomena alam gelombang panas sudah dilaporkan terjadi di berbagai negara di dunia dan berdampak buruk bagi kehidupan manusia.

Di Eropa, tepatnya Portugal, gelombang panas dalam sebulan terakhir telah menyebabkan kematian lebih dari 1.000 orang akibat dehidrasi.

Lalu, apakah gelombang panas ini juga bisa terjadi di Indonesia?

Gelombang panas adalah periode cuaca panas yang tidak umum, yang biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih.

Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suhu harus berada di luar rata-rata historis untuk area tertentu.

Koordinator Subbidang Informasi Gas Rumah Kaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG), Alberth Nahas mengatakan, dari defi nisi dan klasifikasi yang ada saat ini Indonesia tidak pernah mengalami fenomena gelombang panas.

“Gelombang panas itu kalau temperatur udara di suatu lokasi itu di atas 35 derajat Celsius selama 3-5 hari berturut-turut.

Kebetulan kalau di Indonesia secara umum belum pernah terjadi,” kata Alberth dalam diskusi Bicara Udara Journalist Class, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Gelombang Panas Terjang Cina, Genteng Meleleh dan Jalan Retak

Alberth menjelaskan, Indonesia sendiri belum pernah mengalami fenomena gelombang panas ini karena letak geografi snya yang dikelilingi oleh lautan.

“Jadi, salah satu komponen yang bisa mengurangi gelombang panas adalah komponen uap air,” kata dia.

Gelombang panas, umumnya terjadi berkaitan dengan berkembangnya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten dalam beberapa hari.

Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi) sehingga termampatkan dan suhunya meningkat.

Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut.

Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, semakin meningkat panas di area tersebut, dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved