kecelakaan
Kecelakaan Maut Odong-odong, 10 Orang Penumpang Meninggal
Korban kecelakaan mobil odong-odong di perlintasan tanpa palang pintu Kampung Silebu Toples, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, ...
PROHABA.CO, SERANG - Korban kecelakaan mobil odong-odong di perlintasan tanpa palang pintu Kampung Silebu Toples, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten bertambah menjadi 10 orang.
Adapun korban ke-10 yaitu PQS (2) warga Lingkungan Cibetik, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Korban sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina, Ciruas sejak kejadian Rabu (27/7), sebelum mengembuskan napas terakhir pada Jumat (29/7) sekitar pukul 20.00 WIB.
"Iyah benar, PQS usia 2 tahun meninggal pukul 20.00 kemarin di rumah sakit ," kata Kepala Satuan Lalulintas Polres Serang AKP Tiwi Afrina, Sabtu (30/7).
Sebelum meninggal, PQS kondisinya kritis dan tak sadarkan diri karena luka berat di bagian kepala.
Baca juga: Korban Meninggal Kecelakaan Odong-odong Bertambah, Balita 2 Tahun Mengembuskan Nafas Terakhir
Sampai saat ini, kata Tiwi jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan mobil odong-odong sebanyak 10 orang.
Sementara korban luka yang masih di rawat 2 orang.
"Ada dua orang yang masih dirawat di rumah sakit," ujar Tiwi.
Sebelumnya, Wakil Direktur RS Hermina dr. Dedi Mardiko mengatakan, sejak hari pertama kejadian pihaknya menangani sebanyak 24 korban kecelakaan.
Adapun 15 korban di antaranya sudah diperbolehkan pulang.
Sedangkan 9 orang masih dirawat intensif yang terdiri dari 6 anak-anak dan 3 dewasa.
Satu orang korban balita usia 2,8 tahun mengalami kritis setelah dilakukan operasi di bagian kepala.
Baca juga: Keluarga Korban Kecelakaan Odong-Odong Maut di Serang Ikhlas dan Percaya Istri & Anaknya
Baca juga: Dituduh Curi HP, Pengunjung RS Tewas Dianiaya 11 Satpam
"Jadi itu ada cedera kepala berat ada benturan di otak. Ada pendarahan di otak," ujar Dedi kepada wartawan.
Kamis (28/7) Seperti diketahui kecelakaan maut ini, bermula saat mobil odong-odong yang dikemudikan JL (27) membawa 33 penumpang asal Cibetik, Walantaka, Kota Serang.
Sopir saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu itu tidak mendengar peringatan warga bahwa akan ada kereta api lokal Merak Rangkasbitung datang.