Jumat, 8 Mei 2026

Pabrik Tahu di Asahan Meledak, Tujuh Pekerja Terluka

Pabrik tahu di Dusun V, Desa Bunut Seberang, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara meledak pada Selasa (2/8) ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
IST
Pabrik tahu di Desa Bunut Seberang, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan meledak, Selasa (2/8/2022) pagi. Belum diketahui, penyebab pabrik tahu ini bisa meledak. () 

PROHABA.CO, MEDAN - Pabrik tahu di Dusun V, Desa Bunut Seberang, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara meledak pada Selasa (2/8) sekitar pukul 08.30 WIB.

Akibat insiden tersebut, 7 pekerja pabrik tahu terluka hingga harus dilarikan ke rumah skait.

Warga sekitar pabrik hanya menyatakan, sempat terjadi guncangan yang terasa cukup kuat saat ledakan terjadi.

Kuatnya guncangan sempat membuat warga yang tinggal dekat pabrik itu mengira telah terjadi gempa bumi karena dinding rumah warga bergetar.

"Sempat terdengar suara seperti bom gitu. Ledakannya keras sekali," kata Sri, warga yang tinggal di lokasi.

Diduga mesin melebihi kapasitas

Baca juga: Peracik Tahu Berformalin di Subang Diringkus

Tujuh orang yang terluka adalah para pekerja yang hendak bersiap mengolah tahu.

Diduga ledakan berasal dari mesin yang ada di pabrik tahu itu melebih kapasitas.

"Dugaan sementara, ledakan ini berasal dari mesin uap kacang yang ada di pabrik tersebut," kata Dinar saat dijumpai.

Ia menyebut para korban sudah dievakusi ke rumah sakit dan puskesmas.

"Saat ini mereka yang terluka dibawa ke rumah sakit yang ada di Kota Medan," kata Kepala Dusun V, Dinar, kemarin.

Tujuh pekerja tersebut adalah Rian (25), Nurhayati (26), Ramadi (22), Khaidir (24), Bagus (20), Zulkarnain (23) dan Ida (42). "Mereka itu semuanya bekerja di pabrik," kata Dinar.

Baca juga: Sering Diejek dan Diancam Pria di Simalungun Tikam Tetangganya

Ia mengatakan korban bernama Rian mengalami luka cukup serius di bgian mata. "Korban tertimpa material pabrik," terang Dinar.

Ia sendiri tak tahu lokasi rumah sakit tempat Rian dirujuk.

"Karena saya tahunya cuma dia dibawa ke Medan, gitu aja," katanya.

Dinar juga mengatakan, Rian didampingi oleh Sapari selaku pemilik pabrik tahu tersebut untuk berobat ke Kota Medan.

Ledakan pabrik tahu ternyata juga merusak rumah warga yang ada di sekitarnya.

Dari pantauan wartawan, ada tembok rumah warga yang roboh dan seluruh kaca rumah hancur berantakan akibat guncangan besar.

Baca juga: Pesawat Kargo Ukraina Meledak di Yunani Tewaskan 8 Awak, Ternyata Bawa Amunisi

Menurut keterangan Kepala Dusun V, Dinar, ada enam rumah yang rusak akibat ledakan tersebut.

"Rumah yang rusak parah milik Dewi. Sisanya mengalami rusak ringan," kata Dinar.

Ia bersyukur saat kejadian, pemilik rumah tak ada di lokasi karena sedang mengantar anak ke sekolah.

"Ini syukur enggak ada korban.

Karena si Dewi sedang keluar mengantar anaknya sekolah, kalau tidak pasti dia jadi korban," jelasnya.

Pasca-kejadian tersebut, pabarik tahu rata dengan tanah dan tersisa puing-puing bangunan.

Di sekitar juga ditemukan tumpukan kacang kedelai yang belum sempat diolah.

Danar mengatakan pabrik tersebut sudah beroperasi selama 30 tahun dan memproduksi tahu setiap hari. (kompas.com)

Baca juga: Petasan Meledak, Peracik Tewas dan 2 Rumah Rusak

Baca juga: Polisi Gerebek Pabrik Mi Berformalin di Bandung

Baca juga: Limbah Pabrik Kembali Cemari Krueng Trang DLH Langsung Turun ke Lokasi, DPRK Pertanyakan Baristand

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved