Kamis, 28 Mei 2026

Pasang Tarif Murah Cuma 50 Ribu, Delapan PSK Dirazia

Delapan pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Probolinggo terjaring razia yang digelar Satpol PP setempat. Setelah dites, tiga di antaranya ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
independent.co.uk
ilustrasi PSK - Layani 15 Pria Hidung Belang Dalam Sehari Hingga Nekat Jual Anak, Wanita Ini Ngaku untuk Modal Usaha 

PROHABA.CO, PROBOLINGGO - Delapan pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Probolinggo terjaring razia yang digelar Satpol PP setempat.

Setelah dites, tiga di antaranya reaktif HIV/AIDS.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo Hariyanto mengatakan, razia itu dilakukan Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang dan Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto.

"Kami lakukan razia karena terjadi peningkatan penderita HIV/AIDS dan penyakit masyarakat.

Dari razia ini ada tiga PSK terindikasi HIV," kata Hariyanto saat dihubungi, Jumat (5/8).

Keempat PSK itu merupakan warga Kabupaten Probolinggo dan sisanya berasal dari Lumajang, Madura dan Situbondo.

Baca juga: Sakit Hati Diceraikan Suami, Wanita Muda Pilih jadi PSK di Kawasan Puncak Bogor

Mereka berinisial Z asal Situbondo, SW asal Lumajang, HF asal Sampang Madura, A asal Kuripan, SAA asal Leces, S asal Lumbang, HK asal Bangkalan Madura dan Martono asal Lumbang.

“Kami periksakan mereka ke Puskesmas Dringu dan hasilnya, SAA, M dan Z reaktif HIV.

Kami anjurkan mereka untuk mendatangi puskesmas di dekat domisili masing-masing untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Hariyanto.

Pihaknya juga memberikan pembinaan dengan pernyataan dari mereka jika kembali terjaring operasi lagi, akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.

Baca juga: Tertidur Pulas Saat Rumahnya Terbakar, Empat Penghuni Tewas

“Lalu oleh Dinsos nanti akan dikirim ke Kediri.

Di sana ada rumah rehabilitasi milik Provinsi Jawa Timur,” pungkas Hariyanto.

Salah seorang PSK mengaku mematok tarif Rp 50.000 - 100.000 sekali kencan, tergantung ramai dan sepinya pelanggan.

PSK berusia di atas 40 tahun ini menjalani profesinya bertahun-tahun.

Alasan masalah ekonomi, perempuan ini bertahan dengan pekerjaannya selama ini.

"Pelanggan ada yang muda dan sudah tua. Yang penting kami dapat uang," ujar PSK tersebut. (kompas.com)

Baca juga: Razia Warung Esek-esek, Petugas Amankan Delapan PSK dan Dua Pria Hidung Belang 

Baca juga: Pelabuhan Kuala Langsa Dangkal, Pemko Lapor ke Kadishub Aceh

Baca juga: Barang Bukti Ada yang Dihilangkan, Pengusutan Kasus Brigadir J Terkendala, Pelaku Dapat Dipidana

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved