Kriminal

Seorang Penarik Becak Divonis 20 Tahun Penjara, Jadi Kurir Antar sabu

Penarik becak bermotor atau pabetor, Rizal Haris Daulay, warga Sei Babura, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan divonis 20 tahun penjara di Pengadilan

Editor: Muliadi Gani
dok.detikcom
Ilustrasi tukang becak - Seorang Penarik Becak Divonis 20 Tahun Penjara 

PROHABA.CO, MEDAN - Penarik becak bermotor atau pabetor, Rizal Haris Daulay, warga Sei Babura, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan divonis 20 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Ia divonis karena terbukti menjadi kurir narkoba jenis sabu seberat Rp 8,8 kilogram.

Sebagai penarik becak, Rizal mau menjadi kurir sabu karena tergiur upah Rp 1,5 juta yang dijanjikan pada dirinya.

“Menjatuhkan terdakwa Rizal Haris Daulay demgan pidana penjara selama 20 tahun, denda Rp1 miliar apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana 6 bulan penjara,” kata majelis hakim yang diketuai Sayed Tarmizi, Jumat (12/8).

Hakim mengatakan hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Baca juga: Pengedar dan Kurir Sabu di Pelalawan Jual Sabu ke Polisi, Barang Bukti 9,28 gram Diamankan

“Keadaan meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, belum pernah dihukum, serta sopan selama persidangan,” kata hakim.

Diperintahkan oleh tersangka Embong melalui ponsel Sementara itu, dalam dakwaan jaksa, bahwa Rizal Haris Daulay menerima pekerjaan mengantar sabu dari terdakwa lain bernama Embong.

Rizal Haris dihubungi Embong lewat sambungan WhatsApp (WA). “Abang mau kerjaan gak?

Bantu aku jual sabu, nanti abang antarkanlah sabunya ke pembeli. Upahnya Rp1,5 juta.

Minggu depan tunggulah di dekat RS Bunda Thamrin, nanti ada yang ngasih handphone sama abang,” kata Fauzan menirukan ucapan Embong.

Pada Minggu (13/3) siang, Rizal pun menunggu di depan RS Bund Thamrin.

Tak lama seorang pria menghampirinya dan memberikan ponsel. Rizal pun mengikuti petunjuk Embong melalui ponsel baru yang ia terima.

Baca juga: Satres Narkoba Polres Asahan Tangkap Pengedar Sabu, Ini Barang Bukti Yang Disita Polisi

Baca juga: Belajar dari Pengalaman, Aura kasih Kini Lebih Tenang Jalani Hidup

“Setelah sampai di Jalan Gatot Subroto Simpang Jalan Titi Papan terdakwa ditelfon kembali dan diarahkan untuk menunggu di Jalan Titi Papan Gang Persatuan,” kata jaksa.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba seseorang datang dan menghampiri terdakwa sambil menyerahkan tas berisikan kristal putih sebanyak 9 bungkus.

Rizal kemudian memasukkan tas tersebut dalam betornya dan menunggu arahan lebih lanjut kepada siapa barang tersebut akan diantarkan.

Malang tak dapat ditolak. Berharap dapat upah Rp 1,5 juta malah ia harus berurusan ke petugas tim Satresnarkoba Polrestabes Medan yang tiba-tiba datang menghampirinya.

Hasil pemeriksaan laboratorium, barang bukti kristal putih yang didapat dari tangan terdakwa tersebut positif mengandung metamfetamin, populer disebut sabu. (kompas.com)

Baca juga: Tergiur Uang Rp 1,5 Juta untuk Antar Sabu, Penarik Becak Motor Ini Divonis 20 Tahun Penjara

Baca juga: Dulu Jennifer Dunn Terjerat Narkoba 3 Kali, Kini Sang Mantan Bobby Michael Reza Ikuti Jejaknya

Baca juga: Oknum TNI Kodam IM Ditangkap karena Jual Narkoba kepada Polisi

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved