Luar Negeri

Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Ikan dan Kepiting pun Wajib PCR

Kini sedang viral video yang menunjukkan bagaimana Cina mewajibkan tes reaksi berantai polimerase (PCR) untuk ikan dan kepiting di kota bagian selatan

Editor: Muliadi Gani
GUARDIAN/TAIHAINET.COM
Di Xiamen, pesisir China, mereka yang bekerja di kapal penangkap ikan harus melakukan tes swab dan termasuk ikan hasil tangkapan mereka. 

PROHABA.CO, XIAMEN - Kini sedang viral video yang menunjukkan bagaimana Cina mewajibkan tes reaksi berantai polimerase (PCR) untuk ikan dan kepiting di kota bagian selatan negara itu.

Lebih dari lima juta orang telah diperintahkan untuk menjalani tes Covid-19 di kota pesisir Cina Xiamen minggu ini, setelah sekitar 40 kasus baru Covid terdeteksi di kota itu, menurut laporan BBC pada Jumat (19/8/2022).

Namun, mereka bukan satu-satunya yang telah diperintahkan untuk dites PCR.

Pemberitahuan resmi menyatakan bahwa beberapa bentuk kehidupan laut juga diminta untuk menjadi bagian dari subjek tes uji Covid-19 massal terbaru.

Baca juga: Aceh dan 12 Provinsi di Indonesia Nol Kasus Covid-19, Catat 1.434 Kasus pada 4 Juli 2022

Baca juga: Tiga Hasil Tes PCR Berbeda dalam Sehari, Kenapa Bisa?

Baca juga: Harga Tes PCR Turun Jadi Rp 275 Ribu untuk Jawa-Bali, Rp 300 Ribu di Luar Jawa-Bali

Dalam beberapa minggu terakhir, Komite Distrik Pengendalian Pandemi Maritim Jimei Xiamen mengeluarkan pemberitahuan yang mengatakan bahwa ketika nelayan kembali ke pelabuhan mereka, maka "nelayan dan makanan laut yang mereka bawa harus diuji".

Alhasil, di tengah wabah terbaru ini, beredar rekaman video di beberapa platform media sosial termasuk Doujin 'TikTok versi lokal Cina' yang menunjukkan petugas medis melakukan tes PCR untuk ikan dan kepiting hidup.

Meskipun ini mungkin terlihat tidak biasa, ini bukan pertama kalinya ikan hidup diuji untuk Covid-19.

Seorang karyawan di Biro Pengembangan Kelautan Kota Xiamen mengatakan kepada surat kabar South China Morning Post, "Kami telah mengambil pelajaran dari Hainan yang menyaksikan wabah parah.

Dikatakan (wabah) bisa dipicu oleh transaksi hasil laut antara nelayan lokal dengan rekan-rekan mereka di luar negeri."

(Kompas.com)

Baca juga: Lawan LOSC, Kylian Mbappe Cipta Tiga Gol

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi China Melambat, Imbas dari Kebijakan Covid yang Menyeret Penjualan dan Industri

Baca juga: Penjahat Asusila Cabul & Begal Payudara Diringkus, Ternyata Perbuatannya Dilakukan Puluhan Kali

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved