Kriminal

Polisi Ringkus Pencuri Hp dari Tangan Anak-Anak, Tersangka Berstatus Napi Pelarian

Aparat penegak hukum dari Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat berhasil mengungkap kasus pencurian handphone (hp) dari tangan anak-anak, ...

Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Polisi memperlihatkan tersangka pencurian Hp dan pelaku judi online beserta barang bukti yang berlangsung dalam jumpa pers di Mapolres Aceh Barat, Senin (22/8/2022) di Meulaboh. 

PROHABA.CO, MEULABOH - Aparat penegak hukum dari Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat berhasil mengungkap kasus pencurian handphone (hp) dari tangan anak-anak, dengan menangkap dua pelaku yang beraksi di tempat terpisah dalam wilayah hukum Aceh Barat.

Penangkapan dua tersangka tersebut dibeberkan Kapolres Aceh Barat, AKBP Pandji Santoso dalam konferensi pers di mapolres setempat, Senin (22/8/2022).

Dalam konferensi pers itu, Kapolres menghadirkan tersangka pelaku untuk diperlihatkan kepada awak media.

Kedua tersangka digiring dari sel tahanan ke lokasi jumpa pers dengan mengenakan baju tahanan.

“Kasus pencurian hp dari tangan anakanak telah berhasil kita tangkap pelakunya yang saat ini berada di mapolres,” ungkap Kapolres Pandji Santoso.

Menurutnya, tersangka pelaku ditangkap menindaklanjuti laporan orang tua korban.

Baca juga: 3 Pencuri HP Pengunjung di Objek Wisata Pantai Pelangi Ditangkap, Polisi Amankan Parang

Disebutkan, tindak pidana perampasan tersebut terjadi pada 28 Mei 2022 dan 20 Agustus 2022.

Perampasan hp pada Sabtu (28/5/2022) lalu terjadi di jalan Meulaboh-Tutut, tepatnya diGampong Keude Aron, Kecamatan Kaway XVI.

Perampasan berikutnya terjadi di Lorong Berlian, Gampong Belakang, Kecamatan Johan Pahlawan, pada 20 Agustus 2022.

Tersangka pelaku yang berhasil ditangkap tersebut masing-masing berinisial YD (36), warga Gampong Ujong Baroh, Kecamatan, Johan Pahlawan.

Yang bersangkutan ternyata merupakan narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Meulaboh yang melarikan diri pada tahun 2015.

Baca juga: Pria Lembah Seulawah Ditangkap Simpan Senpi, Awalnya Polres Aceh Besar Selidiki Kasus Pencurian

Baca juga: Mengapa Pelangi Memiliki 7 Warna?

Pelaku dipidana karena terlibat perkara narkotika pada tahun 2014 dan dijatuhi hukuman kurungan 4 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Meulaboh.

Ia baru menjalani masa hukuman 1 tahun 2 bulan. Tersangka berikutnya, AA (28), warga Gampong Leuhan, Kecamatan, Johan Pahlawan.

Dari dua tersangka, barang bukti yang berhasil disita polisi berupa satu unit sepeda motor merek Vixion, warna hitam, BL 4398 WD.

Berikutnya sebuah helm merek GM warna hitam, satu hp merek Infi nix Play 11 warna hitam.

Kedua tersangka dijerat penyidik dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4e juncto Pasal 362 juncto Pasal 65 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Menurut Kapolres, motif pencurian tersebut dilakukan tersangka karena impitan ekonomi sehingga mereka nekat melakukan tindak pidana perampasan harta milik orang lain, dalam hal ini anak-anak yang sedang memegang hp orang tuanya. (sb)

Baca juga: Modus Baru, Pencuri Sepeda Motor Nyaru Jadi Pengamen, Terjadi di Bekasi

Baca juga: Aksi Begal Makin Brutal, Sopir Truk Terluka Diserang Senjata Tajam, Hp dan Dompet Dirampas

Baca juga: Korban Tangkap Maling Tas Berisi Uang dan Handphone Miliknya saat Lagi Bekerja di Sawah

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved