Konflik Rusia dan Ukraina

Kyiv Tuduh Rusia Lakukan Penculikan Massal Anak-anak Ukraina untuk Diadopsi Ilegal di Siberia

Kyiv menuduh Rusia mengorganisir adopsi massal secara ilegal anak-anak Ukraina setelah mendeportasi mereka dari wilayah yang diduduki ke Moskow.

Editor: IKL
AFP/JANEK SKARZYNSKI
Seorang bocah Ukraina melihat ke luar jendela bus di Korczowa, Polandia, pada 5 Maret 2022. - Kyiv menuduh Rusia mengorganisir adopsi massal secara ilegal anak-anak Ukraina setelah mendeportasi mereka dari wilayah yang diduduki ke Moskow. 

PROHABA.CO - Kyiv menuduh Rusia mengorganisir adopsi massal secara ilegal anak-anak Ukraina setelah mendeportasi mereka dari wilayah yang diduduki ke Moskow.

Dikutip The Guardian, sejak awal perang, Kyiv telah menuduh Moskow mendeportasi warga Ukraina.

Dikatakan warga dari wilayah pendudukan telah dipaksa pergi ke Rusia dari wilayah lain di Ukraina.

"Federasi Rusia terus menculik anak-anak dari wilayah Ukraina dan mengatur adopsi ilegal mereka oleh warga Rusia," kata Kementerian Luar Negeri Ukraina dalam sebuah pernyataan.

“Lebih dari 1.000 anak dari Mariupol - sebuah kota Ukraina selatan yang diduduki oleh pasukan Rusia - dipindahkan secara ilegal ke orang luar di Tyumen, Irkutsk, Kemerovo dan Altai Krai di Siberia," demikian bunyi pernyataan itu.

Baca juga: Heboh Penemuan Mayat Perempuan, Diduga Siswi SMA yang Pernah Dilaporkan Hilang

Kementerian Luar Negeri mengatakan telah mendasarkan temuannya pada informasi dari otoritas lokal di Krasnodar, sebuah kota Rusia selatan dekat Ukraina.

Menurut pernyataan tersebut, ada lebih dari 300 anak Ukraina ditahan di lembaga khusus di wilayah Krasnodar.

Kementerian menuduh Rusia melakukan tindakan pelanggaran konvensi Jenewa 1949 yang menetapkan aturan untuk perawatan kemanusiaan di masa perang dan Konvensi PBB tentang Hak Anak.

Baca juga: Farel Prayoga Tuai Pro dan Kontra Nyanyikan Lagu Ojo Dibandingke, Ini Komentar Vidi Aldiano

 
Pihak terkait menyerukan semua anak Ukraina, yang dipindahkan secara ilegal ke wilayah Rusia, dikembalikan ke orang tua atau wali sah mereka.

Dikutip The Moscow Times, beberapa keluarga dari Mariupol mengatakan terpaksa pergi ke Rusia untuk melarikan diri dari pertempuran.

Mariupol, kota pelabuhan strategis di Laut Azov, dikepung pada hari-hari awal invasi.

Rusia merebut kota itu setelah berminggu-minggu pengepungan dan penembakan hebat yang menewaskan sekitar 20.000 orang, menurut perkiraan Ukraina.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kyiv Tuduh Rusia Lakukan Penculikan Massal Anak-anak Ukraina untuk Diadopsi Ilegal di Siberia

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved