Tahukah Anda

Cara Membedakan Jamur Beracun dan Tidak Beracun

Di antara banyak jenis jamur yang dapat dimakan, ada pula jamu beracun yang berbahaya jika sampai tertelan. Jamur dengan bentuk dan tampilan ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Jamur sangat beracun yang dikenal di Eropa sebagai jamur Destroying angel dari spesies Amanita bisporigera 

PROHABA.CO - Di antara banyak jenis jamur yang dapat dimakan, ada pula jamu beracun yang berbahaya jika sampai tertelan.

Jamur dengan bentuk dan tampilan yang terkadang mirip, seringkali sulit mengenali perbedaan jamur beracun dan tidak beracun.

Jamur adalah jenis tumbuhan yang tidak memiliki zat hijau daun atau yang disebut dengan klorofil.

Tumbuhan ini pun disebut heterotrof, yakni tumbuhan yang mendapat makanan dari organisme lain.

Dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), jamur secara alami banyak dijumpai di kawasan hutan dan pegunungan, terutama di musim hujan.

Kendati ada jamur yang dapat dimakan serta banyak mengandung mineral baik untuk tubuh, seperti protein, serat, hingga vitamin, tetapi  tidak semua jenis jamur dapat dikonsumsi.

Baca juga: Gejala Jamur Ringworm pada Kucing dan Manusia, Ini Langkah Pencegahannya

Banyak juga jenis jamur yang tidak boleh dimakan, karena berbahaya bagi tubuh, bahkan beberapa jamur termasuk spesies beracun dan mematikan jika sampai masuk ke dalam tubuh.

Di antaranya seperti spesies jamur Amanita phalloides dan Amanita virosa. Keduanya merupakan jenis jamur beracun yang berbahaya untuk dikonsumsi.

Bahkan, jamur Amanita phalloides merupakan salah satu spesies jamur paling beracun dari jenis jamur payung.

Racun jamur tersebut dapat menyebabkan iritasi, rasa sakit yang parah, hingga kerusakan pada mata dan kulit.

Perbedaannya

Jadi, bagaimana cara mengenali perbedaan jamur beracun dan tidak beracun?

Ada beberapa ciri-ciri jamur beracun yang dapat menjadi cara untuk membedakannya dengan jamur tidak beracun, di antaranya sebagai berikut.

Baca juga: Jamur Hitam, Infeksi yang Berbahaya dan Mematikan

Baca juga: Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia Terjaring di Kamboja

Jamur beracun biasanya berwarna mencolok, berbau tidak sedap, mudah hancur apabila diraba, memiliki bintik-bintik mencolok di sekitar tudungnya.

Terkadang warna mencolok pada jamur, dapat membuat orang tertarik untuk mengambilnya.

Padahal, warna mencolok ini dapat mengindikasikan bahwa jamur tersebut adalah jenis jamur beracun yang berbahaya jika dikonsumsi.

Selain itu, disarankan untuk tidak mengambil jamur yang belum mekar sempurna.

Sebab, akan sulit untuk mengetahui jenis dan membedakannya dengan jamur yang tidak beracun.

Saat beraktivitas di alam, disarankan untuk waspada dalam mengonsumsi jamur. Hingga saat ini, jamur beracun masih terus diteliti untuk diketahui manfaat dan fungsinya.

(Kompas.com)

Baca juga: Arkeolog Temukan Salah Satu Masjid Tertua di Dunia

Baca juga: Enggan Disebut Suka Berbagi kepada Sesama, Baim Wong: Kita Tidak Sesempurna Itu

Baca juga: Akhir Kasus Pembunuhan Sadis terhadap Petani di Aceh Tenggara: Pelaku Tewas karena Sakit, Kasus SP3

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved