Senin, 4 Mei 2026

Tahukah Anda

Ilmuwan Temukan Cara Megembalikan Rambut Beruban ke Hitam Secara Alami

Seiring bertambahnya usia, warna pigmen pada rambut perlahan-lahan mulai memudar dan mengakibatkan rambut beruban ketika menginjak usia senja. 

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK/PIXEL-SHOT
ILUSTRASI RAMBUT BERUBAN - Ilustrasi rambut beruban. Riset terbaru mengisyaratkan bahwa rambut beruban bisa dikembalikan ke warna alaminya. 

PROHABA.CO -  Munculnya uban dapat mengurangi rasa percaya diri.

Seiring bertambahnya usia, warna pigmen pada rambut perlahan-lahan mulai memudar dan mengakibatkan rambut beruban ketika menginjak usia senja. 

Akan tetapi, segelintir orang mulai beruban meski usianya belum memasuki masa lansia.

Namun, ada juga orang berusia muda tetapi sudah beruban.

Uban digunakan untuk menyebut ambut yang sudah memutih atau mulai memutih.

Apakah uban bisa hitam kembali? 

Jawabannya, tergantung apa penyebabnya. Jika stres penyebabnya uban bisa hitam kembali.  

Sedangkan jika penyebab uban faktor usia dan genetik, warna rambut tidak bisa kembali hitam. Untuk menghitamkan rambut, biasanya melalui pewarnaan. 

Rambut beruban sering kali muncul lebih dulu sebelum tanda-tanda penuaan lainnya. 

Namun kini, penelitian terbaru menunjukkan bahwa uban bukan sekadar akibat usia, melainkan hasil gangguan kecil dalam mekanisme sel punca di dalam folikel rambut dan kabar baiknya, proses ini bisa jadi dapat dibalik.

Peneliti dari NYU Langone Health, dipimpin oleh Qi Sun, PhD, menemukan bahwa warna rambut ditentukan oleh sel punca pigmen (melanocyte stem cells atau McSCs) yang hidup di dalam folikel rambut.

Dalam kondisi normal, sel-sel ini berpindah dari “zona aman” menuju area penghasil warna, di mana mereka berubah menjadi melanosit dan memberi warna pada helai rambut baru.

Namun, seiring waktu, sebagian sel tersebut berhenti bergerak sebagaimana mestinya.

Akibatnya, rambut tumbuh tanpa pigmen, sehingga terlihat abu-abu atau putih, meskipun tetap sehat.

“Temuan ini menambah pemahaman dasar kita tentang cara kerja sel punca penghasil warna rambut,” ujar Qi Sun PhD, peneliti dari NYU Langone Health yang memimpin studi tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved