Seorang Pengawas Proyek di Gianyar Tewas Tertindih Buis Beton

Seorang pengawas proyek pembangunan hotel, berinisial CSA (50), ditemukan tewas tertindih buis beton di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, ...

Editor: Muliadi Gani
Dok. Polsek Payangan(Yohanes Valdi Seriang Ginta
Petugas kepolisian Polsek Payangan sedang melakukan olah TKP di lokasi korban ditemukan tewas di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Senin (5/9/2022). 

PROHABA.CO, GIANYAR - Seorang pengawas proyek pembangunan hotel, berinisial CSA (50), ditemukan tewas tertindih buis beton di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Payangan, AKP Putu Agus Adi Wijaya mengatakan, pihaknya mendapat laporan terkait penemuan jenazah korban pada Senin (5/9) sekitar pukul 14.30 Wita.

Saat ini, petugas di lapangan masih melakukan penyelidikan terkait penyebab korban tertindih buis beton dengan diameter lubang 1 meter dan tebal 10 sentimeter tersebut.

"Menurut beberapa pekerja bahwa buis tersebut merupakan sisa (tidak terpakai) dan sudah berada di tempat tersebut kurang lebih 2 minggu," kata Wijaya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/9).

Baca juga: Diduga Tertimpa Pohon, Tukang Chainsaw Ditemukan Meninggal

Baca juga: Apa Itu Topan Hinnamnor? Siklon Tropis Aktif yang Melanda Korea Selatan

Wijaya mengatakan, keberadaan jenazah korban pertama kali diketahui oleh kondektur truk pengangkut pasir.

Saat itu, saksi hendak menurunkan pasir di lokasi tersebut dan melihat korban sudah dalam keadaan tertindih buis beton.

Sedangkan, berdasarkan keterangan salah satu saksi pekerja proyek, sekitar pukul 12.00 Wita, korban masih terlihat berdiri dengan jarak kurang lebih 100 meter dari tempatnya bekerja.

Namun, sejak jam makan dan istirahat, korban sudah tidak terlihat lagi.

Baca juga: 8 Pekerja Tersetrum Saat Pasang Lampu PJU, 3 Tewas dan 5 Kritis

Kemudian, sekitar pukul 14.00 Wita, saksi mendengar sopir truk dan kondekturnya memanggil para pekerja karena melihat ada orang yang tertindih buis beton.

"Karena korban tidak bergerak dan diperkirakan sudah meninggal, maka para pekerja maupun saksi tidak berani mengangkat yang menimpa korban," kata Wijaya.

Wijaya mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

(kompas.com)

Baca juga: Kelompok Geng Motor di Lampung Berulah, Warung Nasi Dihancurkan

Baca juga: Seorang Pemuda di Luwu Utara Diduga Mencuri Ponsel dan Cabuli Gadis, Pelaku Diamankan

Baca juga: Akhir Kasus Pembunuhan Sadis terhadap Petani di Aceh Tenggara: Pelaku Tewas karena Sakit, Kasus SP3

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved