BBM Bersubsidi

KSPSI Gelar Long March dari Balai Kota DKI ke Kawasan Patung Kuda, Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Adapun tuntutan tersebut diantaranya meminta pemerintah membatalkan UU Omnibus Law, Meminta Upah Layak bagi kaum buruh.

Editor: IKL
Tribunnews.com/Naufal Lanten
Ribuan Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar long march dari Balaikota DKI Jakarta menuju kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022). 

PROHABA.CO, JAKARTA - Konferedrasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar long march dari Balaikota DKI Jakarta menuju kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022).

Pantauan Tribunnews.com di lokasi, sekira pukul 11.30 WIB ribuan buruh telah berkumpul dan melakukan gerak jalan bersama dari Balai Kota DKI ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.


Para buruh itu mengenakan baju berwarna bitu dan corak merah.

Aksi tersebut dipimpin oleh salah seorang orator di atas mobil komando.

Baca juga: AKBP Dalizon Mengaku Setor Rp 500 Juta ke Kombes Anton

Massa bergerak beriringan sembari mengibarkan bendera kebesarannya.

Di atas mobil komando, sang orator terus menuntut hak suara, menuntut hasil akhir terkait polemik kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Selain menolak kenaikan BBM, KSPSI membawa sejumlah tuntutan lainnya.

Adapun tuntutan tersebut diantaranya meminta pemerintah membatalkan UU Omnibus Law, Meminta Upah Layak bagi kaum buruh.

Baca juga: Siapakah Bjorka, Hacker yang Bikin Pemerintah RI Ketar-ketir?


Akibat gelaran aksi ini, kawasan depan Balai Kota DKI mengarah ke Patung Kuda, Jakarta Pusat sempat tersendat.

Bahkan, polisi mengarahkan pengemudi untuk kembali memutar jalan.

Buruh rencananya akan melakukan mogok masal salah satunya menolak kenaikan harga BBM.

Selama satu bulan ini, aksi demo akan terus dilakukan.

Puncaknya, kata Presiden KSPI Said Iqbal akan dilakukan akhir November.

Dimana serikat pekerja mempersiapkan pemogokan nasional dengan cara stop produksi keluar dari pabrik.

Mogok nasional akan diikuti 5 juta buruh di 15 ribu pabrik.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved