Kisah Unik

Pernah Menikah 25 Tahun Lalu, Mbah Ranto Kembali Persunting Wartini Mantan Istrinya

Mbah Ranto Wardoyo (84) menjadi pengantin tertua yang ikut dalam program dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Klaten, Senin (12/9/2022).

Editor: Misran Asri
Surya Malang
Ilustrasi Pernikahan 

Mbah Ranto Wardoyo (84) menjadi pengantin tertua yang ikut dalam program dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Klaten, Senin (12/9/2022).

PROHABA.CO, KLATEN - Mbah Ranto Wardoyo (84) menjadi pengantin tertua yang ikut dalam program dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Klaten, Senin (12/9/2022).

Meski usianya yang tak muda lagi. Tapi, Mbah Ranto sepertinya mereguk kebahagiaannya kembali dengan menikahi Wartini (57).

Ternyata Ranto dan Wartini pernah memiliki kisah cinta dan hubungan keduanya sudah pernah terjalin.

Usut punya usut Mbah Ranto dan Mbah Wartini pernah menikah 25 tahun silam.

Kisah itu dirasakan langsung oleh Mbah Ranto warga Desa Sedayu, Kecamatan Tulung, Klaten.

Pada Program Baznas itu total ada 12 pasangan suami istri (pasutri) yang menikah di Aula Masjid Raya Klaten.

Satu di antara pasangan itu adalah Ranto Wardoyo (84) dan Wartini (57).

Baca juga: Menikah tapi Tak Dihadiri Rekan Kerja, Wanita Cina Resign dari Pekerjaannya

Baca juga: Istri Bongkar Rahasia Suami Setelah 4 Tahun Menikah, Ini yang Ditemukan dalam Lemari Rumah

Baca juga: Ungkap Keinginan Menikah Lagi, Desy Ratnasari Incar Duda Ketimbang Pria Lajang

"Jadi orang yang saat ini saya nikahi adalah (mantan) istri saya yang dulu sempat bercerai," terangnya.

"Setelah sempat berpisah dan memiliki pasangan masing-masing. Istri saya meninggal sejak 2011, karena sakit gula dan suami dari istri (Wartini) juga meninggal, akhirnya kembali lagi untuk bersama," ungkapnya bahagia.

Mbah Ranto mengatakan jika saat ini dirinya sudah tinggal bersama Wartini kurang lebih selama 7 tahun.

Pasangan dari Desa Sedayu Kecamatan Tulung Klaten
Pasangan dari Desa Sedayu, Kecamatan Tulung, Klaten yakni Ranto Wardoyo (84) dan Wartini (65) berfoto menunjukkan buku nikah.(TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo)

Tak dipungkirinya, selama 7 tahun kembali berumah tangga, mereka berdua hanya menikah siri.

Dirinya mengaku kesulitan saat mengurus dokumen yang diperlukan, lantaran ketidaktahuannya untuk mengurus berbagai dokumen sebagai persyaratan wajib sebuah pernikahan.

"Saya itu terkendala untuk mengurus surat-surat untuk nikah kembali (rujuk), karena saya juga buta huruf dan tidak punya pengalaman itu mempersulit saya," jelasnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved