Berita Bireuen

Terpidana Judi Online di Bireuen Berekspresi Aneh Saat Dicambuk

Prosesi uqubat cambuk bagi terdakwa judi online di daerah yang dijuluki “Kota Santri” ini berlangsung di halaman Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen,

Editor: Muliadi Gani
FOTO FOR PROHABA
Terpidana kasus judi online di Bireuen menunjukkan ekspresi aneh saat dicambuk. Mimiknya seperti orang yang kesakitan, eksekusi cambuk pun dihentikan sesaat. 

PROHABA.CO, BIREUEN - Satu dari dua terdakwa perkara judi online di Kabupaten Bireuen, Aceh, menunjukkan ekspresi aneh saat dicambuk sehingga pelaksanaan cambuk oleh algojo dari Kejari Bireuen itu sempat terhenti.

Prosesi uqubat cambuk bagi terdakwa judi online di daerah yang dijuluki “Kota Santri” ini berlangsung di halaman Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Rabu (21/9/2022).

Dua terdakwa maisir atau judi online game chip Higgs Domino yang dihukum cambuk itu adalah Hendri bin Mawardi.

Ia dihukum uqubat takzir cambuk 35 kali dan dikurangi selama terdakwa dalam tahanan selama 40 hari (disetarakan dengan dua kali cambuk) sehingga hukuman terhadapnya hanya 33 kali cambuk lagi.

Terdakwa satu lagi adalah Basri bin Ali yang dihukum uqubat takzir cambuk 10 kali dan dikurangi selama dalam tahanan 40 hari (dianggap dua kali cambuk) sehingga ia dicambuk delapan kali lagi.

Nah, saat prosesi hukuman cambuk di halaman Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen sudah siap untuk dilaksanaka, algojo dari Kejari Bireuen naik ke panggung.

Baca juga: Pria dan Wanita di Aceh Tengah Dicambuk 100 Kali, Terbukti Berzina

Eksekusi cambuk pertama dilakukan terhadap terdakwa Hendri. Eksekusi itu awalnya berjalan lancar hingga 14 kali.

Namun, pas hitungan ke-15 tiba-tiba terhenti sesaat.

Itu karena terdakwa menunjukkan ekspresi aneh: ia menengadah ke atas seperti menahan sakit atas sabetan rotan yang diayunkan algojo.

Melihat kondisi yang demikian, algojo berhenti mencambuk.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved