Sabtu, 13 Juni 2026

Berita Simeulue

Dokter RSUD Simeulue Mogok, Puluhan Pasien Terkatung-katung

Mogoknya para dokter membuat pelayanan di rumah sakit itu lumpuh sehingga warga yang hendak berobat di sejumlah poli maupun puluhan pasien di ruang

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
PROHABA/SARI MULIASNO
Anggota DPRK Simeulue meninjau warga atau pasien yang hendak berobat di pelayanan poli RSUD Simeulue, Jumat (23/9/2022), namun tidak ada dokter yang melayani karena sedang mogok pelayan. 

PROHABA.CO, SINABANG - Para dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue melakukan mogok kerja.

Hal itu dipicu oleh besaran tunjangan kinerja (tukin) yang mereka terima tidak sesuai lagi dengan tahun-tahun sebelumnya.

Mogoknya para dokter membuat pelayanan di rumah sakit itu lumpuh sehingga warga yang hendak berobat di sejumlah poli maupun puluhan pasien di ruang rawat inap rumah sakit itu jadi terkatung-katung.

Karena “penghentian” pelayanan tidak diumumkan, masyarakat sempat menunggu lama untuk berobat.

Namun, karena pelayanan tak kunjung ada, pasien akhirnya pulang dengan perasaan kecewa dan penasaran.

Anggota Komisi D DPRK Simeulue, Ihya Ulumuddin, yang mengetahui hal itu, langsung datang ke rumah sakit dan menemukan memang tak ada pelayanan di ruang poliklinik.

Baca juga: Kejati Tetapkan Tersangka SPPD Fiktif DPRK Simeulue, Ada 6 dan Satu di Antaranya Mantan Ketua

Ihya menyayangkan kejadian itu.

"Terkait masalah ini, Pemkab Simeulue harus bertanggung jawab.

Soal keluhan dokter juga harus segera dicari solusinya.

Semua pihak terkait harus duduk mencari jalan keluar sehingga kejadian ini tidak berdampak Panjang bagi masyarakat yang ingin berobat," jelasnya, Jumat (23/9/2022).

Sementara itu, Direktur RSUD Simeulue, drg Farhan, yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya mogok pelayanan di bagian poli rumah sakit tersebut sejak Kamis (22/9/2022).

Pihaknya, kata Farhan, sudah berupaya untuk mencari jalan keluar agar tunjangan kinerja (tukin) para dokter di rumah sakit itu tidak dikurangi dari sebelumnya.

Menurut Farhan, tahun-tahun sebelumnya tukin diterima Rp20 juta.

Baca juga: Harga Emas Spot ke Level Terendah 2,5 Tahun Ini karena Kenaikan Suku Bunga The Fed

Baca juga: Suami Tega Bunuh Istri Berprofesi ASN di Simeulue, Motifnya, Korban Selingkuh dan Nikah Siri

Sekarang, nilainya bervariasi, ada yang Rp16 juta, Rp9 juta, Rp6 juta, bahkan ada yang hanya Rp1 jutaan.

Hal itulah, sambung Farhan, yang memicu para dokter melakukan protes dengan cara mogok kerja.

"Ini jangan juga dilihat hanya dari akibat saja, tapi sebabnya juga sehingga hal tersebut terjadi.

Terkait tukin ini, pihak manajemen rumah sakit tidak pernah dilibatkan dalam setiap rapat," ungkap Farhan.

Untuk membahas masalah itu dan dicarikan jalan keluar, Direktur RSUD Simeulue mengatakan, pihak DPRK Simeulue sudah menentukan jadwal untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihaknya.

“Kita berharap segera ada solusi.

Teman-teman dokter tak pernah menuntut lebih, tapi hanya meminta tukin tidak dikurangi dari jumlah yang mereka terima sebelumnya," pungkas drg Farhan. (sm)

Baca juga: Ditimpa Pohon Kelapa, Rumah Warga Simeulue Rusak Berat

Baca juga: Mayat Seorang Pria Ditemukan di Hutan Wosi Manokwari, Begini Kronologi Keluarga

Baca juga: Kepala dan Tulang Babi Hutan Kerap Dibuang ke Tumpukan Sampah, Ditemukan Hampir Setiap Bulan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved