Berita Aceh Timur

Dua Pembunuh Harimau Sumatra Divonis Penjara 16 Bulan

Kedua terdakwa yang sudah divonis itu, yakni Juda Pasaribu (38) dan Josep Meha (56), keduanya warga Desa Saragih Timur, Kecamatan Manduamas, ...

Editor: Muliadi Gani
Dok Kejaksaan Negeri Aceh Timur
Sidang pembacaan putusan ini diketuai oleh Apri Yanti SH MH, dengan dua Hakim Anggota yakni, Zaki Anwar, SH dan Wahyu SH, Senin (26/9/2022) kemarin. 

PROHABA.CO, IDI - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, menjatuhkan hukuman pidana penjara 1 tahun empat bulan atau 16 bulan, denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan, terhadap dua terdakwa pelaku tindak pidana pembunuhan satwa liar dilindungi, yaitu harimau sumatra.

Kedua terdakwa yang sudah divonis itu, yakni Juda Pasaribu (38) dan Josep Meha (56), keduanya warga Desa Saragih Timur, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut).

Sidang pembacaan putusan ini diketuai oleh Apriyanti MH, didampingi dua hakim anggota, yakni Zaki Anwar SH dan Wahyu SH, pada Senin (26/9/2022).

Baca juga: Tiga Harimau Mati, Dua Pemburu Babi Dituntut Jaksa 2,6 Tahun Penjara

Kajari Aceh Timur, Semeru MH, melalui Kasi Intel Wendy Yuhfrizal SH, didampingi Kasi Pidum Ivan Najjar Alavi SH, mengatakan sebelumnya bahwa kedua terdakwa dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp50 juta serta subsider 6 bulan kurungan.

Sebelumnya, mereka didakwa melanggar Pasal 40 ayat (2) juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Atas putusan ini, JPU maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga harimau sumatra ditemukan mati di kawasan hak guna usaha (HGU) PT Aloer Timur, di Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (24/4/2022).

Baca juga: Harimau Masuk di Areal HTI Riau dan Kembali Terkam Manusia, Korban Alami Luka-luka

Baca juga: Tips Obat Kuat ala dr Zaidul Akbar, Bikinlah Ramuan Sederhana Ini, Gairah Hubungan Meningkat

Setelah melakukan serangkaian penyidikan, Polres Aceh Timur menetapkan dua tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap satwa dilindungi, yakni harimau sumatra.

Saat itu, tim Polres Aceh Timur mendapati delapan orang yang berasal dari luar Provinsi Aceh sedang menjerat babi di wilayah Kecamatan Peunaron.

Dari lokasi perkemahan saat itu, tim Polres Aceh Timur menemukan dua buah gulungan aring/seling yang sama persis dengan seling yang menjerat tiga ekor harimau sumatra.

Kemudian delapan orang penjerat babi tersebut dibawa ke Polres Aceh Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif dua dari delapan orang ditetapkan sebagai tersangka.

Itulah mereka yang kini sudah divonis bersalah. (sn)

Baca juga: Jangan Kaget Perut Buncit Jadi Kempes karena Rutin Lakukan Ini, Simak Tips dr Zaidul Akbar

Baca juga: Penjual Tiga Lembar Kulit Harimau di Agara Terancam Lima Tahun Penjara

Baca juga: Jangan Sering Makan Bakso dan Mie Ayam, Dampak Buruk Ini Mengintai Wanita Menurut dr Zaidul Akbar

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved