Pelita Umat
Hal-Hal yang Diperhatikan Sebelum Menikah, Ustadz Khalid Basalamah Sebut Harus Sabar Sikapi Cobaan
Ustadz Khalid Basalamah menuturkan pernikahan dalam Islam adalah penyatuan dua lawan jenis anak Adam dalam sebuah ikatan ritual agama
PROHABA.CO - Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan hal-hal yang diperhatikan sebelum menikah.
Penuturan Ustadz Khalid Basalamah, setiap pernikahan memiliki ujian dan cobaan yang berbeda-beda setiap pasangan.
Terpenting Ustadz Khalid Basalamah menyebut, bagi pasangan yang sudah menikah hendaknya memperbaiki niat awal hanya karena Allah SWT.
Sebelum menikah, calon pasangan atau suami istri hendaknya mengetahui definisi dari pernikahan itu sendiri sesuai kaidah Islam.
Pasangan yang menikah akan membentuk rumah tangga, selain suami istri nantinya akan ada tambahan anggota keluarga tinggal bersama-sama di sebuah tempat tinggal.
Ustadz Khalid Basalamah menuturkan pernikahan dalam Islam adalah penyatuan dua lawan jenis anak Adam dalam sebuah ikatan ritual agama yang menghalalkan hubungan biologis di antara keduanya.
"Serta menyatukan kedua keluarga pasangan suku dan negara, itu definisinya. Maksud dari penyatuan dua lawan jenis adalah tidak boleh nikah sesama jenis, tidak ada homoseksual, tidak ada lesbian," terang Ustadz Khalid Basalamah dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Lentera Islam.
Baca juga: Bacaan Doa Memohon Keselamatan, Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Ampunan dan Rahmat Allah SWT
Hanya murni wanita dan laki-laki, selain itu adalah dosa besar dan dan dianggap penyakit.
Selain itu, bagi kaum muslimin yang ingin menikah tidak boleh menikah dengan selain manusia. Tidak boleh dengan jin, hewan, harus dengan sesama manusia.
Ritual agama yang menghalalkan hubungan biologis, karena itu menikah adalah ibadah.
"Menikah itu 70 persen hubungan biologis, kita butuh lihat, pegang, cium, ngobrol, curhat, dan hubungan jimak. Kalau ada orang yang tidak butuh demikian bukan orang yang normal ayau abnormal," jelasnya.
Jikalau menikah, dalam tanda kutip kita juga menikah dengan keluarganya. Ada mertua dan ipar.
Seorang istri tidak boleh menghalangi suaminya untuk bakti kepada Ibunya. Karena wajib hukumnya berbakti hingga akhir hayat.
"Kalaupun mertua misalnya cerewet tidak apa-apa, itu cobaan. Ada orang yang diuji lewat pasangan, mertua, anak, ipar, tetangga, macam-macam. Kalau tidak ada cobaan hidup kita datar terus, tidak ada seninya kehidupan, potensi seseorang akan keluar kalau ada cobaan," beber Ustadz Khalid Basalamah.
Baca juga: Keromantisan dalam Rumah Tangga, Ustadz Khalid Basalamah Ingatkan Harus Berpatokan pada Aturan Islam
Pahala sabar didapatkan saat cobaan datang, begitu pula suami dan istri yang dulunya memiliki kebiasaan yang berbeda selama lajang, kemudian disatukan, butuh penyesuaian untuk mendapatkan hal baik yang seirama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/khalid-basalamah-876.jpg)