Internasional

Pengacara Sebut Eks PM Malaysia Dijanjikan Pangeran Saudi Rp 1,2 T

Dalam persidangan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada Senin (3/10/2022), terungkap seorang pangeran Saudi berjanji

Editor: bakri
AFP/ARIF KARTONO
Mantan PM Malaysia, Najib Razak, menyapa para pendukungnya saat ia keluar dari jeda persidangan di Pengadilan Federal Malaysia, kawasan Putrajaya 

KUALA LUMPUR - Dalam persidangan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada Senin (3/10/2022), terungkap seorang pangeran Saudi berjanji memberikan hadiah senilai US$800 juta (Rp1,2 triliun) ke Najib pada 2013.

Pengacara Najib, Wan Aizuddin Wan Mohammed, memberikan surat yang diberikan oleh terduga pangeran Saudi, "Saud Abdulaziz Al Saud," terkait janji pemberitan ratusan juta dolar Amerika Serikat ke Najib.

Sebagaimana diberitakan Malay Mail, surat ketiga tersebut tertanggal pada 1 Maret 2013.

"Melihat pertemanan yang telah kita bangun selama beberapa tahun dan ide baru Anda sebagai pemimpin Islam modern, menambah komitmen saya sebelumnya, dengan ini saya memberikan Anda tambahan hingga US$800 juta 'hadiah' yang akan dikirimkan kepada Anda di waktu dan cara yang saya anggap cocok, entah dari rekening bank personal saya atau lewat rekening perusahaan yang saya instruksikan," demikian isi surat tersebut.

Selain surat yang memuat 'hadiah' senilai US$800 juta ini, Najib sempat dijanjikan dana senilai US$100 juta (Rp1,5 triliun) sebagai hadiah dalam surat pada 1 Februari 2011.

Najib juga dijanjikan hadiah senilai US$375 juta (Rp 5,7 triliun) dalam surat pada 1 November 2011.

Pengungkapan surat hadiah tersebut merupakan bagian dari proses pengadilan kasus 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menjerat eks perdana menteri Malaysia itu.

Baca juga: Inilah Sosok Ustadz Khalid Basalamah, Pendakwah dan Pengusaha Sukses dengan Jutaan Subscriber

Baca juga: Keutamaan Shalat Sunnah, Ustadz Khalid Basalamah Sebut Lebih Afdhol Dua Rakaat Sekali Salam

Najib sendiri mulai menjalani hukuman penjara selama 12 tahun sejak Agustus, setelah Mahkamah Agung Malaysia menolak bandingnya.

Najib terbukti menyalahgunakan kekuasaan, mencuci uang, dan melanggar kepercayaan karena menerima dana 42 juta ringgit atau sekitar Rp139 miliar dari lembaga investasi negara, Malaysia Development Bank, ke akun bank pribadi.

Karena kasus ini, Najib menjadi mantan PM Malaysia pertama yang dikurung di balik jeruji besi. (cnnindonesia.com)

Baca juga: Komnas Perempuan: Konten Prank KDRT Baim Wong Tidak Mendidik

Baca juga: Fadhilah Bulan Haram Termasuk Zulkaidah Diungkap Ustadz Khalid Basalamah, Bulan Mulia Umat Islam

Baca juga: Bersedekah di Kala Kondisi Pas-pasan, Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Keutamaannya

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved