Jumat, 10 April 2026

Universitaria

USU Inovasi Pengolahan Rempah Jadi Obat Tradisional

Sebagai salah bentuk penelitian sekaligus pengabdian kepada masyarakat, dosen Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan kegiatan pengabdian ...

Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi rempah-rempah Indonesia. 

PROHABA.CO - Sebagai salah bentuk penelitian sekaligus pengabdian kepada masyarakat, dosen Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis Inovasi tahun 2022.

Adapun kegiatan berkerjasama dengan Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (Hapsari).

Kegiatan berupa pemberdayaan masyarakat dalam produksi jamu di Desa Pondok Tengah, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara.

Menurut Wakil Rektor III Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja sama sekaligus anggota pelaksana Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., kegiatan simulasi penelitian sendiri dilakukan di Laboraturium Mikrobiologi Fakultas Farmasi USU.

Dikatakan, penelitian ini adalah salah satu kegiatan penelitian yang juga sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: Ilmuwan Israel Kembangkan Virus Presisi, Diklaim Bisa Bunuh Bakteri Perusak Usus

Di mana hasil penelitian ini nantinya akan dimanfaatkan untuk masyarakat Desa Pondok Tengah.

"Kegiatan ini meneliti manfaat dari suatu rempah, yaitu membuat satu obat tradisional dengan memanfaatkan hasil bumi," ujarnya dikutip dari laman USU.

Ia berharap, penelitian ini bisa menjadi salah satu ikon wisata di Desa Pondok Tengah.

Harapannya produk penelitian ini juga bisa menjadi salah satu produk inovasi USU yang bekerjasama dengan Hapsari dan Desa Pondok Tengah.

Sementara Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Nurman Achmad, M.Soc.Sc, menyampaikan, kegiatan ini menunjukkan bahwa USU peduli terhadap masyarakat.

Obat tradisional yang bermanfaat Serta dapat membantu masyarakat dalam mengolah hasil bumi yang bisa dibuat sebagai temuan terbaru dan bermanfaat juga bagi masyarakat tersebut.

Penelitian ini diharapkan mampu mengoptimalkan hasil bumi di desa setempat untuk kemudian bisa dijadikan obat tradisional yang bermanfaat untuk masyarakat banyak.

Baca juga: Universitas Samudra: Jurusan, Jalur Masuk dan Biaya Kuliah

Baca juga: Menuju PTN-BH, Universitas Syiah Kuala Perbaiki Sistem Manajemen Risiko

"Rempah-rempah yang dihasilkan dari Desa Pondok Tengah memiliki kualitas yang baik dan setelah diteliti mampu melahirkan sebuah temuan (inovasi) obat tradisional," terangnya.

Sedang Ketua Hapsari Lely Zailani mengatakan, gagasan inovasi pengolahan rempah ini dibawa kepada komunitas, karena anggotanya rata-rata adalah ibu-ibu yang dominan di dapur dan bahan baku sendiri ada di sekitar rumah, mudah ditanam di sekitar pekarangan rumah.

Tentunya, berkat inovasi pengolahan menjadi obat tradisional ini, jika ada anggota keluarga yang sakit, maka ibu-ibu bisa membuat obat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di rumah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved