Sabtu, 25 April 2026

99 Anak di Indonesia Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut

Kasus gangguan gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak di Indonesia semakin meningkat. Hingga 18 Oktober 2022,gangguan gagal ginjal akut misterius

Editor: Muliadi Gani
Kompas.com
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. 

PROHABA.CO, JAKARTA - Kasus gangguan gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak di Indonesia semakin meningkat.

Hingga 18 Oktober 2022,gangguan gagal ginjal akut misterius itu telah mencapai 206 kasus

Dari jumlah kasus tersebut, 99 orang di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, di Aceh yang mengalami gagal ginjal akut ini sebanyak 31 orang dan 20 orang di antaranya meninggal.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, 99 kasus yang meninggal tersebut merupakan anak-anak yang usianya masih balita.

Menkes Budi mengatakan, anak-anak tersebut meninggal akibat gagal ginjal akut.

Dari hasil pemeriksaan darah terhadap 99 balita itu, ditemukan ada kandungan zat kimia berbahaya dalam tubuh mereka.

“Sudah ada 99 balita yang meninggal, dari 99 balita itu, kita periksa ada kandungan zat kimia berbahaya di dalamnya,” kata Budi saat menghadiri acara Hari Kesehatan Nasional di Kota Serang, Banten, Kamis (20/10/2022), sebagaimana dikutip dari pemberitaan Kompas.com.

Budi mengatakan, ada tiga zat kimia yang ditemukan dalam tubuh pasien yang meninggal dunia akibat gangguan gagal ginjal akut tersebut.

Baca juga: Ciri-ciri Gejala Gagal Ginjal Akut pada Anak, Kenali Faktor Penyebabnya

Ketiga zat kimia itu yakni ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).

“Diambil darahnya kita lihat, ada kimia bahaya merusak ginjal.

Kemudian kita datangi rumahnya, kita mintakan obat-obat yang dia minum itu mengandung bahan-bahan tersebut,” ujar Budi.

Larangan obat jenis sirop Menindaklanjuti temuan itu, Kemenkes kemudian berkordinasi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Obat-obat berbahaya yang diduga dapat menyebabkan gagal ginjal akut itu pun ditarik dari peredaran.

Masih dikutip dari Kompas. com sebab, kata Budi, saat ini kondisi rumah sakit terutama rumah sakit rujukan sudah penuh dengan pasien gagal ginjal akut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved