Kamis, 11 Juni 2026

Tahukah Anda

Bumi Alami Delapan Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah, Apa Dampaknya?

Delapan tahun terakhir sejak 2016 adalah tahun-tahun terpanas yang pernah tercatat, menurut laporan baru PBB, yang menunjukkan bahwa dunia kini ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
(Dok. Shutterstock/Sepp photography)
Ilustrasi pemanasan global. 

PROHABA.CO - Delapan tahun terakhir sejak 2016 adalah tahun-tahun terpanas yang pernah tercatat, menurut laporan baru PBB, yang menunjukkan bahwa dunia kini terperosok dalam krisis iklim.

“Batas 1,5 derajat Celsius yang disepakati secara internasional pada pemanasan global sekarang jauh dari jangkauan," ungkap laporan PBB sebagaimana dilansir Guardian.

Laporan dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB, menetapkan bagaimana rekor gas rumah kaca (GRK) di atmosfer mendorong permukaan laut dan es mencair ke titik tertinggi baru dan memicu cuaca ekstrem dari Pakistan (Asia Selatan) hingga Puerto Rico (Karibia).

Penilaian yang mengkhawatirkan itu dirilis pada hari pembukaan KTT iklim PBB Cop27 di Mesir.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal PBB memperingatkan bahwa "planet kita berada di jalur untuk mencapai titik kritis yang akan membuat kekacauan iklim tidak dapat diubah."

Baca juga: Krisis Iklim Makin Mengkhawatirkan, Kenali 6 Penyebab Pemanasan Global

WMO memperkirakan bahwa suhu rata-rata global pada 2022 akan menjadi sekitar 1,15 derajat Celsius di atas rata-rata praindustri (1850-1900).

Artinya, setiap tahun sejak 2016 telah menjadi salah satu rekor terpanas dalam sejarah Bumi.

Selama dua tahun terakhir, fenomena cuaca alamiah La Nina sejatinya telah menjaga suhu global lebih rendah dari yang seharusnya.

Namun, berlawanan dari itu, El Nino yang tak terhindarkan akan menyebabkan suhu meningkat lebih jauh di masa depan, selain pemanasan global.

Laporan WMO mengatakan, karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida memecah tingkat rekor di atmosfer saat emisi terus berlanjut.

Peningkatan tahunan metana, gas rumah kaca yang kuat, adalah rekor tertinggi yang pernah dicatat.

Permukaan laut sekarang naik dua kali lebih cepat dari 30 tahun lalu dan lautan lebih hangat dari sebelumnya.

Baca juga: WhatsApp Alami Gangguan Secara Global, Meta: Kami Sedang Berupaya Memulihkan

Rekor pencairan gletser di Pegunungan Alpen dipecahkan pada 2022, dengan ketinggian rata-rata 4 meter.

Hujan, bukan salju, pertama kali tercatat di puncak lapisan es Greenland pada ketinggian 3.200 meter.

Area es laut Antartika turun ke level terendah dalam catatan, hampir 1 juta kilometer persegi di bawah rata-rata jangka panjang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved