USK Kembali Kukuhkan Enam Guru Besar, Ini Hasil Karya Penelitian dan Nama Mereka
Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengukuhkan enam profesor baru dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat, Prof Dr Ir Abubakar MS
"Ia berupaya menemukan sejumlah rumus untuk menyusun perancangan kontrak yang lebih berkeadilan. Karena dalam praktiknya, tidak semua kegiatan penanaman modal asing ini memberikan keuntungan yang adil bagi negara penerima modal," ujar Prof Marwan.
Rektor menerangkan, dalam perjalanan penelitian Prof. Sanusi, menemukan sejumlah aspek yang perlu ditekankan dalam perancangan kontrak, yaitu aspek substansi hukum dan bahasa hukum, yang didalam masing-masing aspek terdapat dimensi-dimensi yang harus benar-benar dicermati.
Jika Prof. Sanusi berupaya mendorong pembangunan bangsa dengan menyusun formula aturan yang berkeadilan. Maka dengan semangat yang sama juga dilakukan Prof. Dr. Ir. Zahrul Fuadi, ST., M.Sc. IPM, yang telah banyak mendedikasikan waktunya untuk meneliti tentang teknologi pelumas berbasis material terbarukan.
Prof. Zahrul meneliti perkembangan terkini, tantangan dan peluang teknologi pelumas ini yang berperan penting meningkatkan performa mesin. Karena sejumlah penelitian mengungkapkan, tidak maksimalnya performa dari sebuah mesin secara tidak langsung turut mempengaruhi ekonomi dunia.
Tak hanya meneliti perkembangan terkini, Prof. Zahrul juga memproyeksikan arah perkembangan teknologi pelumas di masa depan yang cenderung menggunakan bahan terbarukan ramah lingkungan.
"Riset Prof. Zahrul penting untuk ditindaklanjuti, apalagi dilihat dari proyeksi kebutuhan pelumas terbarukan di masa yang akan datang. Mengingat Indonesia memiliki berbagai sumber hayati yang dapat digunakan untuk menghasilkan ester sebagai bahan dasar pelumas terbarukan. Temuan ini memungkinkan bagi Indonesia untuk mengambil peluang pasar sebagai produsen pelumas terbarukan di masa depan," ungkap Rektor.
Baca juga: Sering Dihujat Gara-gara Kasus KDRT,Rizky Billar Akui sang Istri Selalu Menguatkan Dirinya
Selanjutnya, Prof. Dr. Drs. Yusri Yusuf, M.Pd melakukan penelitiannya untuk menelusuri Makna dan Fungsi Sapaan Metafora dalam Syair Aceh 'Rateb Doda Idi', salah satu variasi syair yang digunakan oleh masyarakat untuk menidurkan anak dalam ayunan.
Menurut Prof. Yusri, Syair ratéb dôda idi termasuk salah satu bentuk genre sastra yang berupa kearifan lokal masyarakat Aceh yang digunakan oleh orang tua sebagai media pendidikan anak dalam buaian. Melalui lantunan syair, orang tua memperkenalkan kepada anaknya tentang nilai-nilai tentang Tuhan, manusia, dan alam.
"Prof. Yusri menemukan 7 jenis sapaan matafora dalam syair Aceh ini, yang masing-masing metafora itu memiliki makna tersendiri. Prof. Yusri juga mengemukakan dua fungsi dari metafora ini, yaitu fungsi kasih sayang dan keakraban, serta berfungsi sebagai doa," bebernya.
Menurut Rektor, penelitian yang dilakukan oleh Prof. Yusri sangat menarik. Meski syair ini sudah ada sejak lama, dan sering kali kita dengarkan, bahkan kita ucapkan, namun tidak banyak dari kita yang menyadari makna mendalam dari syair ini. Kajian-kajian seperti ini perlu terus dilakukan, untuk mengungkap makna dari berbagai karya sastra populer.
Terakhir adalah Prof. Dr.-Ing. Ir. Teuku Edisah Putra, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM, ASEAN Eng yang meneliti tentang pemanfaatan teknik pemrosesan sinyal digital untuk memperpendek waktu uji lelah struktur otomotif. Seperti halnya manusia, material juga mengalami lelah, atau dalam bidang rekayasa struktur disebut fatigue.
Prof. Edisah Putra telah melakukan berbagai penelitian untuk menganalisis umur lelah, serta berbagai cara meminimalisir percepatan kegagalan lelah sebagai langkah untuk meningkatkan performa dari sebuah material. Kajian pengembangan bidang pemrosesan sinyal digital seperti yang dilakukan Prof. Edisah Putra perlu terus diperdalam secara berkelanjutan.
Baca juga: Dendam Disekolahkan di Asrama, Pria 51 Tahun Pukul Orang Tuanya
"Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Edisah Putra sangatlah relevan dengan kehidupan kita saat ini, seiring dengan meningkatnya data digital di segala bidang, seperti bidang material, komunikasi, transportasi, ekonomi, dan kesehatan," sebut Prof Marwan.
Kajian dari semua para profesor baru ini sangat penting karena semuanya berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup manusia di muka bumi ini. Kepakaran yang dimiliki oleh keenam Profesor ini merupakan nilai tambah yang sangat besar bagi USK.
"Semoga kontribusi mereka semua juga bisa menjadi pemicu harumnya nama kampus ini di Indonesia serta di peta keilmuan dunia," harap Rektor.
Lebih jauh Rektor menerangkan, tahun 2023 mendatang, USK meluncurkan 'Program Hibah Professor Berkarya'. Program ini akan memadukan antara penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk 5 pemenang hibah.
"Dengan demikian, USK nantinya tidak hanya menambah jumlah Professor, tetapi juga menambahkan Professor yang berkarya dan berinovasi untuk meningkatkan nilai tambah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul USK Kembali Kukuhkan Enam Guru Besar, Ini Hasil Karya Penelitian dan Nama Mereka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Guru-besar-berfoto-bersama.jpg)