Minggu, 26 April 2026

Tahukah Anda

Patahan Terbesar Bumi Justru Berada di Indonesia

Lantas, apa itu Weber Deep di Laut Banda, yang disebut sebagai patahan terbesar di dunia yang ada di Indonesia? Di bawah birunya perairan Laut Banda,

Editor: Muliadi Gani
(Australian National University (ANU)/NEW ATLAS)
Diagram dari Patahan Detasemen Banda, Weber Deep, patahan terbesar Bumi yang berada di bawah perairan Laut Banda, Indonesia. 

PROHABA.CO - Selama ini, patahan atau yang juga dikenal sebagai sesar, menjadi salah satu pemicu gempa bumi. Patahan Anatolia Timur misalnya, adalah salah satu pemicu gempa Turkiye pada 6 Februari lalu.

Beberapa tahun lalu, sebuah studi menemukan patahan terbesar di Bumi.

Menariknya, patahan terbesar itu ternyata ada di Indonesia.

Dilansir dari Live Science, Jumat (10/2/2023), selama hampir satu abad, para ilmuwan telah menyadari adanya jurang samudra sedalam 7,2 km.

Jurang ini dikenal sebagai Weber Deep, yang terletak di lepas pantai timur Indonesia, tepatnya di Laut Banda.

Akan tetapi, para ahli masih belum dapat menjelaskan bagaimana patahan tersebut bisa begitu dalam.

Patahan atau dikenal juga sebagai sesar adalah retakan di kerak bumi, di mana bebatuan di kedua sisi retakan saling bergeser satu sama lain.

Baca juga: Ada Tiga Jenis Sesar dan Proses Pembentukan Patahan

Lantas, apa itu Weber Deep di Laut Banda, yang disebut sebagai patahan terbesar di dunia yang ada di Indonesia?

Di bawah birunya perairan Laut Banda, Indonesia Timur, menyimpan salah satu jurang terdalam di planet ini.

Jurang samudra yang dikenal sebagai Weber Deep ini memiliki kedalaman hingga 7,2 km.

Weber Deep adalah titik terdalam di lautan Bumi yang tidak berada di dalam palung, dikutip dari New Atlas. 

Palung samudra, yang merupakan jurang terdalam di lautan Bumi, terbentuk selama subduksi dua lempeng tektonik.

Namun, Weber Deep adalah cekungan muka busur (forearc basin), yang pada dasarnya merupakan cekungan yang terletak di depan busur Banda (rantai lengkung pulau vulkanik).

"Jurang (patahan terbesar Bumi di Laut Banda) ini telah diketahui selama 90 tahun, tetapi sampai sekarang belum ada yang bisa menjelaskan bagaimana jurang itu bisa sangat dalam," kata Jonathan Pownall, peneliti struktur tektonik di Australian National University (ANU).

Baca juga: Peristiwa Gempa Paling Mematikan di Dunia Sejak Tahun 2000

Baca juga: Peristiwa Longsor di Lokasi Galian C Gle Geunteng Ingin Ditutup-tutupi, Wartawan Dilarang Meliput

Terbentuknya patahan terbesar Bumi di Indonesia Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Geology ini, para peneliti ANU berhipotesis bahwa terbentuknya jurang terdalam Weber Deep ini disebabkan oleh dua hal.

Pertama, tahap akhir rollback dari lempengan Banda yang merupakan proses di mana lempeng subduksi menarik lempeng di atasnya ke bawah saat jatuh ke dalam mantel bumi.

Hipotesis kedua, adanya perpanjangan sepanjang patahan sudut rendah yang belum terdokumentasi, berdasarkan studi dasar laut dan riwayat geologi di kawasan tersebut.

Analisis peta beresolusi tinggi dari dasar Laut Banda menunjukkan adanya ratusan bekas kerusakan pararel yang merusak bebatuan di dasar laut ini.

Bekas-bekas kerusakan ini, menurut peneliti ANU, kemungkinan menunjukkan bahwa jurang laut terdalam di Bumi ini terbentuk ketika sepotong kerak Bumi yang lebih besar dari Belgia atau Tasmania terkoyak sejauh 120 km di sepanjang celah sudut rendah atau patahan detasemen Banda.

Patahan detasemen Banda ini, menurut peneliti, merupakan robekan di dasar laut yang terbuka seluas lebih dari 60.000 km persegi.

Saking ekstremnya luasan robekan itu, sehingga di beberapa tempat tidak ada lagi jejak kerak samudra.

Kendati demikian, penemuan patahan terbesar Bumi di kawasan Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), menurut peneliti, hal ini dapat membantu mereka menilai bahaya tektonik di masa depan di wilayah tersebut.

(Kompas.com)

Baca juga: Merinding, Pria Ini Terus Melantunkan Alquran Dalam Keadaan Tubuhnya Terimpit Reruntuhan Gempa

Baca juga: Gempa Jayapura: 2.136 Orang Mengungsi, Korban Meninggal 4 Orang dan 5 Luka-luka 

Baca juga: Ini Sebabnya Mengapa Gempa Turkiye Begitu Kuat dan Tergolong Langka?

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved