Selasa, 26 Mei 2026

Kriminal

Dituduh Kaki Tangan Polisi, Juliadi Seharian Disiksa

Juliadi pura-pura mati agar selamat dari percobaan pembunuhan yang dilakukan sindikat narkoba yang dipimpin Iwan alias Penger.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Juliadi alias Ego warga Dusun I, Kampung Banjar, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, berhasil selamat dari upaya pembunuhan yang dilakukan sindikat narkoba. 

PROHABA.CO, MEDAN – Juliadi alias Ego, warga Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, Sumatera Utara, nyaris dibunuh sindikat narkoba karena dituduh sebagai kaki tangan alias "cepu" polisi.

Juliadi pura-pura mati agar selamat dari percobaan pembunuhan yang dilakukan sindikat narkoba yang dipimpin Iwan alias Penger.

Juliadi mengatakan, kasus percobaan pembunuhan ini berawal dari penangkapan Yetno yang merupakan anggota Iwan.

Setelah Yetno ditangkap, anggota sindikat narkoba lainnya bernama Dedek yang kenal dengan Juliadi, menjemput korban di rumahnya.

Dedek minta ditemani membeli sabu. Ternyata, Dedek membawa Juliadi ke rumah Iwan di Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, Jumat (24/2/2023) sore.

Di sana, sudah ada puluhan orang yang menunggu.

"Begitu sampai di lokasi, aku langsung dipukuli dan jatuh, tangan diikat, kaki diikat, baru aku dipukul lagi sama puluhan orang yang ada di sana, diseret-seret dan dipijak-pijak," ujar Juliadi.

Beruntung, saat itu sejumlah warga melihat dirinya dianiaya.

Para pelaku kemudian menghentikan aksinya, lalu membawa Juliadi ke sebuah tambak udang yang ada di Desa Naga Lawan di Kecamatan Perbaungan.

Baca juga: ART Disiksa 8 Pelaku, Korban Diborgol Hingga Disiram Air Panas, Kini Para Pelaku Mendekam di Penjara

"Saat itu ada ibu-ibu, kalau tidak mungkin saya sudah mati di situ.

Kemudian jam 20.00, aku dibawa oleh tiga orang pelaku menggunakan mobil ke tambak udang," ujar Ego.

Di lokasi tersebut, sejumlah orang kembali menganiaya Juliadi menggunakan kayu dan benda tajam.

Berjam-jam dianiaya, fi sik Juliadi mulai lemas.

Para pelaku yang berjumlah tiga orang kemudian memborgol jempol dan lengan tangannya.

Kaki Juliadi juga diikat para pelaku, sementara mata dan mulutnya ditutup menggunakan lakban.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved