Selasa, 19 Mei 2026

Tahukah Anda

Kenapa Orang Sangat Suka Bergosip?

Gosip atau ghibah, memang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Baik itu obrolan di tempat kerja, berbagi berita keluarga, atau teks grup antar teman,

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Shutterstock
Ilustrasi bergosip. 

PROHABA.CO - Gosip atau ghibah, memang lekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baik itu obrolan di tempat kerja, berbagi berita keluarga, atau teks grup antar teman, tidak dapat dihindari bahwa setiap orang yang berbicara, ya, berbicara tentang orang lain.

Namun sebenarnya bukan cuma wanita yang kerap bergosip tapi juga pria.

Banyak dari kita yang sangat gemar bergosip, mulai dari persoalan tentang orang-orang di sekitar kita hingga kalangan selebriti.

Mengutip Health, sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam Jurnal Social Psychological and Personality Science menemukan bahwa orang bisa menghabiskan sekitar 52 menit perhari untuk bergosip.

Menurut penelitian tersebut, bergosip adalah berbicara tentang seseorang yang tidak hadir.

Gosip tidak harus tentang menyebarkan desas-desus jahat atau cerita memalukan, hanya berbagi informasi.

Studi ini juga menemukan bahwa sebagian besar dari 52 menit yang kita habiskan untuk bergosip setiap hari melibatkan berbagi detail kehidupan sehari-hari yang tidak berbahaya atau tepatnya tidak menjelek-jelekkan seseorang.

Baca juga: Mengapa Burung Tidak Jatuh dari Dahan Pohon Saat Tidur?

Mengapa kita sangat senang bergosip? Melansir Everyday Health, David Ludden PhD, Ketua Departemen Psikologi di Georgia Gwinnett College, Lawrenceville, mengatakan bahwa kita adalah makhluk sosial dan kita perlu mengetahui apa yang terjadi di lingkungan sosial, jadi gosip sangat membantu untuk itu.

Ludden mencontohkan dengan bertanya kepada rekan kerja bagaimana pertemuan dengan bos untuk mengetahui suasana hati bos dan memutuskan apakah akan meminta bantuan atau tidak.

Pada dasarnya, gosip dapat membantu kita memasuki pertemuan sosial dengan lebih siap menghadapi apa yang akan datang. Bergosip juga bisa menjadi cara untuk membangun hubungan.

“Pasalnya, berbagi gosip dapat mengikat orang secara sosial,” kata Stephen Benning PhD, profesor psikologi di University of Nevada, Las Vegas.

Ia mengatakan, gosip memberikan ‘mata uang’ untuk informasi pribadi yang menciptakan rasa kebersamaan dari komunitas yang memegang informasi itu.

Jadi, gosip sangat menarik bagi orang yang ingin terhubung dengan orang lain.

Baca juga: Mengapa Sidik Jari Manusia Punya Pola Lingkaran Unik?

Kita juga tertarik pada gosip karena beberapa alasan yang tidak terlalu bisik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved