Kebakaran
2 Rumah di Tuban Terbakar Akibat Api Lilin
Kebakaran tersebut sama-sama disebabkan oleh api lilin yang dinyalakan pemilik rumah dalam tradisi menyambut malam songo atau malam 29 Bulan Ramadhan.
Penulis: Redaksi | Editor: Muliadi Gani
PROHABA.CO, TUBAN - Tradisi colok lilin di malam 29 bulan Ramadan atau malam songo di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berubah petaka.
Dua rumah di lokasi yang berbeda di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terbakar pada waktu bersamaan pada Rabu (19/4/2023) malam.
Kebakaran tersebut sama-sama disebabkan oleh api lilin yang dinyalakan pemilik rumah dalam tradisi menyambut malam songo atau malam 29 Bulan Ramadhan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Satpol PP Tuban, Sutaji mengatakan, kebakaran yang pertama terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Dusun Kedung Ringin, Desa Kedung Jambangan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban.
Rumah sekaligus kios milik Ali Hasan (39) yang berukuran lebar 4 meter dan panjang 8 meter itu tersebut ludes dilalap api yang diduga berasal dari lilin yang dinyalakan untuk menyambut malam 29 Bulan Ramadhan.
Lilin itu dinyalakan di depan rumah, lalu apinya menyambar tabung elpiji dan pertalite yang terletak di dekatnya.
“Lilin itu dinyalakan berdekatan dengan elpiji dan pertalite, sehingga api lilin itu menyambar pertalite dan elpiji,” kata Sutaji kepada Kompas. com, Rabu (19/4/2023).
Kebakaran juga melanda rumah Kasti, warga Desa Tergambang, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, sekitar pukul 17.46 WIB.
Kebakaran itu berlangsung saat anaknya yang masih bocah menyalakan lilin untuk menyambut malam songo atau 29 Ramadhan.
Baca juga: Dua Ruko di Aceh Utara Terbakar di Saat Pemilik Pulang Kampung
Baca juga: Kupang Ricuh, Rumah Dinas Kapolda NTT Diserang OTK, Mobil Polisi Dibakar
Baca juga: Virgoun Ketahuan Selingkuh, Inara Rusli Beberkan Alasan Belum Bisa Berpisah dengan Sang Suami
Pada saat itu, Kasti sedang mengisi bahan bakar pertalite ke dalam botol eceran untuk dijual.
“Api lilin itu kemudian menyambar pertalite dan membakar seluruh rumahnya termasuk satu unit sepeda motor ikut terbakar,” terangnya.
Beruntung dalam kejadian kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, hanya saja kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.
“Untuk korban Ali Hasan, mengalami kerugian mencapai Rp 50 juta.
Sedangkan, Kasti menderita kerugian diperkirakan sebanyak Rp 110 juta,” tuturnya.
Sutaji menghimbau warga agar berhati-hati menyalakan api di dalam rumah dan tidak menaruh barang yang mudah terbakar di tempat yang berdekatan dengan sumber api.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Kebakaran-akibat-colok-nyala-lilin-saat-malam-songo-di-Kabupaten-Tuban.jpg)