Rabu, 13 Mei 2026

Luar Negeri

Wanita Kolumnis AS Beberkan Kronologi Ia Diperkosa Trump

E Jean Carroll, seorang wanita kolumnis asal Amerika Serikat (AS), mengatakan kepada juri New York pada hari Rabu (26/4/2023) bahwa mantan presiden

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Muliadi Gani
AP PHOTO/BEBETO MATTHEWS
Mantan kolumnis E Jean Carroll meninggalkan pengadilan federal setelah bersaksi dalam persidangan pemerkosaan yang menyangkut mantan Presiden AS Donald Trump, Rabu (26/4/2023) di New York. 

PROHABA.CO, NEW YORK CITY - E Jean Carroll, seorang wanita kolumnis asal Amerika Serikat (AS), mengatakan kepada juri New York pada hari Rabu (26/4/2023) bahwa mantan presiden Donald Trump pernah memerkosanya.

Hal ini, seperti dilansir dari Guardian, membuatnya tidak dapat memiliki hubungan romantis dan kemudian menghancurkan reputasinya karena Trump menyangkal serangan seksual itu terjadi.

Carroll bersaksi dalam gugatan perdatanya mencari ganti rugi setelah Trump diduga melakukan pelecehan seksual terhadapnya di ruang ganti department store New York pada tahun 1996.

Meski peristiwa itu terjadi 27 tahun yanglalu, Carroll juga menuntut Trump untuk kasus pencemaran nama baik,

setelah mantan presiden berusia 76 tahun itu menuduhnya berbohong dan melakukan tipuan ketika Carroll mengumumkan tuduhannya dalam buku yang ia tulis.

“Saya di sini karena Donald Trump memerkosa saya, dan ketika saya menulis tentang itu, dia mengatakan itu tidak terjadi.

Dia berbohong dan menghancurkan reputasiku. Saya di sini untuk mencoba dan mendapatkan hidup saya kembali,” katanya kepada juri.

Baca juga: Trump Gugat Mantan Pengacaranya atas Kasus dengan Bintang Porno

Trump terus membantah tuduhan itu.

Sebelum Carroll bersaksi, Hakim Lewis Kaplan memperingatkan Trump mungkin telah melewati batas.

Trump sempat memosting serangan di situs media sosialnya, Truth Social, menyebut tuduhan Carroll sebagai kebohongan belaka.

Kaplan menyebut postingan Trump sepenuhnya tidak pantas dan memperingatkan bahwa itu bisa menjadi sumber pertanggungjawaban potensial baginya.

Setelah Trump mengambil sikap, Carroll menjelaskan bahwa dia bertemu dengan Trump saat dia meninggalkan department store mewah Bergdorf Goodman.

“Dia berkata, ‘Saya perlu membeli hadiah, ayo bantu saya,’” katanya.

“Saya sangat senang.” Carroll mengatakan dia menyarankan tas tangan dan kemudian topi untuk wanita yang menurut Trump dia beli, tetapi dia tidak tertarik.

“Dia mengambil topi bulu dan mengelusnya seperti kucing atau anjing.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved