Tahukah Anda
Penjelajah Cina Temukan Tanda-Tanda Air di Mars
Penjelajahan Mars yangdilakukan astronaut Cina mengungkapkan bukti keberadaan air yang mungkin tersebar lebih luas di tempat yang selama ini ...
Penulis: Redaksi | Editor: Muliadi Gani
PROHABA.CO - Misi eksplorasi planet Mars, salah satunya adalah untuk mencari tanda-tanda kehidupan, seperti keberadaan air dan lingkungan yang mendukung untuk kehidupan manusia di planet merah tersebut.
Penjelajahan Mars yangdilakukan astronaut Cina mengungkapkan bukti keberadaan air yang mungkin tersebar lebih luas di tempat yang selama ini belum dieksplorasi dalam misi-misi di planet itu sebelumnya.
Dikutip dari Phys, Senin (1/5/2023), Cina mengungkapkan telah menemukan tanda-tanda air di Mars berdasarkan pengamatan bukti pasir di planet ini oleh wahana antariksa mereka.
Penemuan tanda-tanda air di planet Mars yang diungkapkan Cina tersebut menyoroti daerah baru di Mars yang berpotensi memiliki kondisi lingkungan yang subur dan lebih hangat.
Mereka menduga, lingkungan tersebut kemungkinan memiliki kondisi yang cocok untuk kehidupan manusia di Mars, meskipun studi lebih lanjut masih diperlukan ke depannya.
Baca juga: Fakta-fakta Planet Jupiter, Planet Terbesar di Tata Surya yang Punya 79 Satelit Bulan
Baca juga: Oposisi Si Merah Bersinar Lebih Terang, Fenomena Mars 8 Desember 2022
Pekan lalu, para pemimpin misi Cina di Mars mengakui bahwa wahana penjelajah Zhurong selama hampir setahun masih belum siap untuk menjelajahi musim dingin di planet tersebut.
Menurut Zhang Rongqiao, kepala perancang misi, hal itu disebabkan oleh panel surya yang kemungkinan besar tertutup debu sehingga tak dapat mengalirkan listrik dan mencegah rover beroperasi.
Sebelum Zhurong tak berfungsi, rover ini mengamati bukit pasir yang kaya garam dengan retakan kerak.
Ini menurut para peneliti kemungkinan besar telah bercampur dengan embun beku atau salju pagi yang mencair pada beberapa ratus ribu tahun yang lalu.
Tanda keberadaan air di bukti pasir Mars ini, menurut perkiraan peneliti pada rentang waktu itu terjadi ketika retakan dan fitur bukit pasir lainnya terbentuk di Utopia Planitia Mars, yakni dataran luas yang berada di belahan bumi utara planet ini.
Fitur retakan itu diperkirakan berusia sekitar 1,4 juta tahun hingga 400.000 tahun yang lalu atau bahkan bisa lebih muda.
Baca juga: SERAM, Detik-detik Dua Sejoli Terseret Banjir Bandang Sembahe
Baca juga: NASA Perkenalkan Empat Astronaut untuk Misi Lintasi Bulan, Ada Perempuan dan Kulit Hitam
Menurut analisis peneliti, kondisi selama periode tersebut mirip dengan Mars sekarang, dengan sungai dan danau yang mengering serta tidak lagi dialiri air seperti miliaran tahun sebelumnya.
Dengan mempelajari struktur dan susunan kimia pada bukit pasir Mars ini, peneliti mengatakan, maka dapat memberikan wawasan tentang “kemungkinan aktivitas air” yang terjadi selama periode ini.
Studi penemuan tanda- tanda air di Mars yang ditemukan penjelajah Cina tersebut telah dipublikasikan peneliti berbasis di Beijing di jurnal Science Advances.
“Kami pikir itu bisa menjadi jumlah kecil, tidak lebih dari lapisan air di permukaan,” kata rekan penulis Xiaoguang Qin dari Institut Geologi dan Geofisika dalam email.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Dalam-foto-yang-dirilis-CNSAplatform-pendaratan-yang-menampilkan-bendera-China.jpg)