Selasa, 12 Mei 2026

Tahukah Anda

Bagaimana Magnet Bisa Punya Dua Kutub yang Saling Berlawanan? 

Magnet memiliki dua buah ujung yang berlawanan. Ujung magnet tersebut disebut sebagai kutub. Saat sebatang magnet dipotong menjadi dua, maka kedua ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Istimewa
Ilustrasi magnet. Magnet memiliki dua kutub, kutub utara dan selatan. Jika sebatang magnet dipotong, maka akan menghasilkan magnet baru, yang mana kutub utara magnet akan dapat menarik kutub selatan magnet lainnya. 

PROHABA.CO - Magnet adalah benda yang memiliki kemampuan untuk menarik berbagai benda yang terbuat dari logam.

Magnet merupakan benda yang mempunyai medan yang mampu menarik dan juga sebaliknya, mampu menjauhkan benda lain.

Magnet memiliki dua buah ujung yang berlawanan. Ujung magnet tersebut disebut sebagai kutub.

Saat sebatang magnet dipotong menjadi dua, maka kedua kutubnya tidak akan hilang.

Cara ini hanya akan menghasilkan dua magnet yang masing-masing memiliki kutub utara dan selatan.

Kutub utara magnet ini akan menarik kutub selatan dari magnet lainnya, atau sebaliknya.

Daya tarik magnet inilah yang membuat benda tersebut memiliki banyak fungsi dan manfaat bagi manusia.

Lalu, bagaimana dua kutub magnet ini muncul dan mengapa magnet bisa memiliki kutub?

Seperti dikutip dari Live Science, Senin (1/5/2023), menurutDirektur National High Magnetic Field Laboratory, Greg Boebinger di Tallahassee, Florida, magnet adalah salah satu misteri terdalam bagi ilmu fisika.

Kendati orang telah menggunakan magnet selama ribuan tahun, tetapi hingga saat ini para ilmuwan masih terus mempelajari hal baru tentanng cara kerja magnet.

Baca juga: Medan Magnet Tsunami Dapat Menjadi Peringatan Dini Tsunami

Baca juga: Arcturus, Varian Baru Covid-19 Sebabkan Mata Merah dan Gatal

Tentang bagaimana magnet bisa memiliki kutub, jawabannya menurut ahli adalah terletak pada perilaku elektron.

Asal-usul kutub magnet Magnet, seperti semua materi, terbuat dari atom.

Pada setiap atom, nukleus dikelilingi oleh satu atau lebih elektron bermuatan negatif, yang masing-masing elektron ini menghasilkan medan magnet kecilnya sendiri dan oleh ilmuwan dinamai sebagai ‘putaran’.

Apabila cukup banyak medan magnet kecil yang menunjuk ke arah yang sama, maka materi itu pun menjadi magnet. Bobinger mengatakan, ‘putaran’ elektron merupakan konsep abstrak.

Teknisnya, tidak ada yang pernah melihat elektron berputar, sebab terlalu kecil, bahkan untuk dilihat di bawah mikroskop.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved